Soal Ganti Rugi Lahan Kereta Cepat, DR.Iur.Servatius Sadipun,SH,M.Hum : Saya Bela Habis Rakyat

  • Whatsapp

Oleh Budi Setiawan

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID-  Pembangunan Kereta Cepat (KA-C) Jakarta-Bandung berujung ke pengadilan. Pasalnya warga kampung 200 RT 01, RW 01 Cipinang Melayu keberatan atas peoyek pembangunan kereta cepat yang sarat kepentingan.

Mereka menganggap proyek tersebut banyak kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan tanah milik warga keturunan Belanda Bob Goldman.yang sekarang sebagai penggugat kepada pemerintah dan pihak-pihak yang terkait dalam Perkara perdata dengan nomor 149/pdt.G/2019/PN.JKT.Tim.

Kuasa Hukum atas nama penggugat/Ahli waris , Dr. Iur. Servatius Sadipun, SH, M. Hum, sebagai kuasa hukum Bob Goldman mengatakan, sebenarnya  tidak keberatan dengan pembangunan kereta cepat.”Namun, penggantiannya yang tidak sesuai. Lahan seluas 859 hektar ini, Terserempet pembangunan 500 hektar oleh proyek kereta api cepat China,”tegas Advokat Senior di PN Jakarta-timur,Rabu,(27/11/19).kepada Jurnalis,Usai mengikuti Sidang.

“Sementara tidak ada ganti untung bagi masyarakat, saya akan bela habis-habisan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya,

“Sebenarnya kasus saling klaim lahan ini sudah lama awalnya dari tahun 2000 dan sudah ditangani oleh teman-teman pengacara, kemudian saya diminta turun tangan,” sebut Servatius Sadipun.

“Pada waktu itu pihak AURI mengakui bahwa tanah ini milik AURI, setelah kita hadapi, pihak AURI  tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan. Lalu pihak AURI berubah dengan argumennya mengatakan, ini tanah Negara yang diberikan kepada AURI. Kembali kita meminta apa buktinya.Tetapi dalam perkara ini AURI tidak terlalu getol,” ujar Servatius.

Servatius menjelaskan, selain status tanah itu dimasukkan dalam netprif tahun 72 tgl 27 November 1934. Atas nama enfe, enfe itu artinya lamnus Venus cup mascapai. “Saya ungkapkan toought esplotase van wen housen knom blonkrim zunder brugh One tet Bandung. Ini milik dari tuan Belanda Yahudi namanya Jhon Hendri humansend beliau ini hanya punya anak tunggal namanya Yosep Fran Hendrik Humansend,” jelasnya.

Kemudian turun kepada cucu tunggal yaitu Bob Goldman yang sekarang dibelanya  namun, dalam proses pembelaan ini tanggal 27 Mei kemaren dia meninggal.

Dan digantikan dengan istrinya nyonya Nur Helies. Jadi status tanah itu Orisinilnya seperti itu. Jadi kode nama tanah itu kampung 200.

“Pertanyaan kami, tanah yang menjadi proyek apakah  pengadaan tanah ini sudah pernah dilakukan belum?” ujarnya lagi.

“Padahal kita sudah punya perangkat hukum yang begitu apik, rapih,” katanya lagi.

Sebagaimana UU No 2 th 2012 plus pelaksanaannya peraturan presiden No 71 tahun 2012.peraturan-peraturan sebelumnya juga masih banyak yang masih berlaku, misalnya kepres 55 tahun 2003.

“Jadi pengadaan tanahnya belum ada tetapi bangunnya sudah 80%. Apa itu tidak melanggar hukum,” cetusnya.

Servatius menilai ada kepentingan pejabat tertentu setelah tahu proyek ini berjalan kemudian mereka minta talangin dulu duit, nanti uang turun kita yang terima.

“Rakyat mau nangis atau jungkir balik itu terserah. Oleh karna itu saya tidak bisa terima akan saya ambil langkah ke KPK,” sambungnya.”Presiden harus bertanggung jawab,” tambahnya.

REPLIK PENGGUGAT

Dalam Eksepsi:

A.Gugatan tidak jelas/kabur (OBSCUUR LIBLE)mungkin salah satu ketik karena tidak ada OBSCUUR LIBLE.yang ada dan yang benar adalah OBSCUUR LIBEL atau OBSCURUM LIBEL).

Bahwa atas dalil tanah 38 Ha kel.Cipinang Melayu,Kec.Makasar tersebut Pengugat tidak menyebutkan batas-batasanya,maka gugatan Pengugat menjadi kabur (OBSCUUR LIBEL) sehingga sepatutnya gugatan pengugat menjadi tidak dapat diterima (niet Ontvankelijke verklaard).Sebagaimana Yurisprudensi Mahkamah Agung R.I yaknibputusan MA R.I No.1149/1975 tanggal 19 April 1979 yang menyatakan….dst.karena surat gugatan tidak disebutkan dengan jelas letak/batas-batas tanah sengketa maka gugatan tidak dapat diterima.

Penggugat mohon supaya EKsepsi ini ditolak secara tegas,atau setidak-tidaknya dinyatakanbtidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard).karena sama sekali tidak benar dan tidak berbukti atau,dengan kata lain Eksepsi itu tidak memiliki dasar yang benar dan sah (ongegrond).

 

Dalam Pokok Perkara

Bahwa sebelum tergugat III Menolak dengan tegas seluruh dalil-dalil Pengugat-pengugat terlebih dahulu me-Replik jawaban Tergugat III dengan menolak secara tegas keberadaan dan keberlakuan (Validitas) tergugat III sebagai pihak didalam perkara ini dengan segala akibatnya yaitu sudah dinyatakan sebagai tidak pernah hadir meskipun sudah dipanggil secara patut.karena itu,sejak tanggal 30 oktober 2019 sudah dicoret nama dengan semua atrinutnya sebagai tergugat III (Gubernur Kepala Daerah Khusus ibu kota Jakarta).Mengapa tiba-tiba tanpa dipangil “muncul” didalam persidangan dan membawa serta menyerahkan pula jawban terhadap Gugatan Pengugat?

Bahwa karena itu,kehadirannya pada sidang lanjutan pada tanggal 20 November 2019,apalagi membawa dan menyerahkan jawaban serta diterima oleh majelis Hakim merupakan tanya besar?ada apa gerangan?

Bahwa kalau “argumentum antiquum” (alasan tua/kuno) yang sudah “out moded” (ketinggalan zaman) dan/atau sudah “old fashioned” (usang) dengan mengangkat UU RI No 1 Tahun 1958 dan UUPA No. 5 Tahun 1960 Semua orang juga sudah tahu,apalagi terguggat III sebagai seorang Gubernur KDKI Jaya? Semua warga DKI jaya sebagaimana juga semua orang indonesia juga adalah “Homo iuris” (insan hukum) sejak baru 2(dua) minggu dalam rahim ibunya.

Bahwa penggugat Mohon Akta,bahwa apa yang tertulis pada butir 3 dalam pokok perkara jawaban Tergugat III adalah suatu kebenaran,kepastian bahwa tergugat III dengan semua jajaran bahwannya dan tergugat IV,Tergugat V,Tergugat VII,pada tanggal 24 mei 2019 mengadakan Rapat dikantor tergugat IV,setelah kaget dengan adanya gugatan pengugat ini benar-benar telah membuktikan bahwa pembangunan rel kereta indonesia Cina diatas tanah pengugat,padahal pengadaan tanah segala hal ikhwalnya sesuai dengan yang sudah diatur didalam Uzu-RI NO 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk kepentingan umum.

Bahwa pengakuan tergugat III ini maka Summa Propotitionis (dalih/dalil utama)Pengugat bahwa pembangunan Rel Kereta Api Cepat Indonesia China yang mencaplok bagianntanah penggugat seluas kurang lebih 50.000m2 (kurang lebih 5 Ha) padahal ganti untung seperti di instruksikan oleh Tergugat I tidak/belum dilakukan) sudah dapat dibuktukan secara telak dantidak dapat dibantah oleh para Tergugat Maka,berdasarkan paparan ini dalih/dalil jawaban Tergugat III dan jajaranya itu Tergugat IV,Tergugat V,Tergugat VI,dan Tergugat VII sudah dipatahakan.

Dan oleh karena ituvPenggugat mohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Negri Jakarta Timur berkenan Menyatakan jawaban Tergugat III baik didalam Eksepsu maupun didlam pokok perkara harus ditolak,karena tidak berdasar (ongegrond)

 

Pos terkait