Soal Utang Pilkada, Gassing Laporkan Syamsuri ke Polisi

  • Whatsapp

Oleh Tim

TAKALAR, AMUNISINEWS.CO.ID – Setelah ditetapkan sebagai pemenang pada pemilihan kepala daerah periode 2017-2022, H. Syamsari di Kabupaten Takalar, dikabarkan meminjam uang ke beberapa orang, tetapi nanti etikatnya dinilai berubah menjadi buruk, baru utangnya mencuat kepermukaan.

Termasuk H. Gassing Rapi selaku pendukung beratnya yang relah menguras tenaga pada saat proses Pilkada Pebruari 2017 lalu dan bahkan tidak memikirkan uangnya milyaran rupiah habis, demi kemenangannya,  namun terkesan buruk sia sia saja, karena terbalas dengan kebencian Bupati Syamsari.

Sikap Bupati Syamsari dapat tergambarkan buruk alias jelek, ketika H. Gassing bersama mantan wakil Bupati, H. A. Makmur Sadda saat ingin bertamu pada bulan Mei lalu, namun betapa berkelamaan di teras rumah jabatan Bupati, dan tak kunjung ditemuinya.

“Kami baca, Syamsari sudah berubah buruk, karena dia enggan berkenan keluar dari rumah yang dibangun dari uang rakyat itu, kecuali  Kadis pertanian, Muh. Hasby yang keluar atas perintah Syamsari,” katanya sembari menyampaikan kalau Bupati marah karena beda pilihan calon gubernur.

“Bupati marah sama pak Haji gassing karena beda pilihan gubernur,” kata H. Gassing Rapi kepada Media ini, menirukan Muh. Hasby.

Mendengar penyampaian tersebut, H. Gassing Dg. Rapi membalas kepada Hasby, bahaw kedatangannya hanya bermaksud menagih utang Syamsari, bukan yang lain lain. Ungkapan membuat Syamsari semakin tidak mau menemui H. Gassing.

Karena melihat itikat, Syamsari sudah buruk dari yang buruk, membuat H. Gassing kecewa dan tatkala melapor kepada Polda Sulawesi selatan pada 06/08.

Dalam laporannya lengkap tercatat beberapa kali serah terima utang piutang melalui cek: Pertama Rp 600 jt dirumahnya pada 15/11-2017 melalui cek diterima Irzan T dan Kedua pada 11/12-2017 Rp1,4 M melalui diterima Abd.Kadir berdua dengan ajudan bupati, Amin Romo di rumah H.Gassing.

Ketiga pada tgl 14/12- 2017.  Rp 500 jt berupa cek melalui Abd.Kadir dikeiaman H.Gassing Rapi dibilangan mahogani tanjung bunga kota Makassar dan Ke empat pada 1/03 – 2018 Rp 1,2 M berupa cek melalui Muh. Irzan T di rumah H. Gassing Rapi di jalan poros  galesong.

H. Gassing Rapi Mantan bakal calon wakil bupati Takalar periode 2012-2017 mengaku setiap kali cek diserahkan, setiap kali juga sebelumnya, Syamsari minta diberikan melalui telepon.

Begitu juga sesudah cek diserahkan H. Gassing mejamin tidak bakal menyerahkan cek kepada Irzan, Abd. Kadir dan Amin Romo, kalau tidak duluan Syamsari minta dipinjamkan.

Setelah proses penyidikan di Polda Sulsel kata H. Gassing, Irzan T berniat baik sekaligus berjanji mengembalikan Rp1 M pada 10/09 di polda, tetapi hingga menjelang malam hari saat itu, Irzan tidak muncul muncul.

Namun setelah ditelepon oleh penyidik polda, akhirnya sekitar pukul 23.00 wita, Irzan T datang membawa Rp1 M, diserahkan kepada H. Gassing di rumahnya digalesong, malam itu penyidik polda juga hadir menyaksikan serah terima pengembalian.

Pengembalian kedua juga Rp 1 M setelah serah terima di BNI depan lapangan karebosi Makassar yang juga disaksikan lagi penyidik Polda. Sisanya yang masih ada Rp 1,7 M, Irzan T berjanji melunasi pada 07 Nopember bulan depan.

Dengan Rp 2 M yang sudah dikembalikan, Irzan T menjadi perbincangan hebat di Takalar, sosok Irzan T yang hanya mengekor dipantan Syamsari mampu mengeruk rupiah sebesar itu apalagi diatambah Rp 1,7 M yang akan diserahkan pada 07/11, jangan jangan semua itu hasil penjualan proyek.

Informasi yang beredar menyebutkan, bahwa uatang Syamsari, bukan hanya kepada H. Gassing saja, tetapi juga kepada orang non pribumi, Fery namanya yang saat ini disebut sebut mnguasai peroyek di Kab. Takalar.

Seperti itu ungkapan H. Gassing Rapi secara panjang lebar, di hadapan Ketua PWI Takalar, dan rekan Tim Media lainnya baru baru ini.

Pos terkait