SRC Gakkum Kementrian LH Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus Tambang di Hutan Lindung

  • Whatsapp

Oleh Herman Saleh

SUNGAILIAT,BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID–Satuan Reaksi Cepat Balai Direktorat Jendral Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum) seksi III Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) bekerjasama dengan Direktorat Penegakan Hukum Pidana,Bareskrim Mabes Polri dan Kejaksaan Agung ( Kejagung ) menyerahkan tersangka berikut dengan barang bukti (BB) ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka,Senin ( 8/10/2018)

“Hari ini kita lakukan lenyerahan tersangka inisial HS berikut barang bukti ( BB ) berupa dua unit excavator merk Hitachi dan satu karung pasir bercampur pasir timah dua unit handphone (HP) serta berikut dokumen,” kata Edi Sofyan, komandan brigadir satuan Polhut reaksi cepat kepada wartawan di salah satu rumah makan di kota Pangkalpinang, Senin ( 8/10/2018 )

Tersangka dan barang bukti yang dilimpahkan ke Kejari Bangka itu adalah pelaku penambangan illegal dikawasan hutan Tanaman Isndustri (HTI) di Desa Cit kecamatan Riau Silip, kabupaten Bangka beberapa waktu lalu (11/7/2018) setelah dinyatakan oleh pihak Kejari Bangka bahwa hasil penyidikan pihak Gakkum sudah dinyatakan lengkap (P21)

“P21 dinyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan yakni tertanggal 11/10/2018 kemarin,makanya saat ini bersama team kita serahkan tersangka dan BB ke Kejari Bangka,” tegas Edi Sofyan dari Balai Gakkum Sumsel

Disinggung mengenai penyitaan di lokasi ada 3 escavator begitu P21 koq Cuma 2 escavator sebagai BB, Edi Sofyan mengelak bahwa dirinya selaku penyidik tidak ikut dalam penertiban dilokasi dan dirinya juga hanya menerima 2 unit escavator merk hitachi

“Saya selaku penyidik hanya menerima 2 unit escavator merk Hitachi yang berhasil disita sebagai barang bukti (BB),”kilah Edi Sofyan

Sejauh ini diakuinya bahwa tersangka saat ini baru satu orang HS dan pihaknya masih melakukan penyidikan lebih dalam lagi sebab sejauh ini baru HS yang bertanggungjawab terhadap penambangan illegal dalam kawasan HTI itu

Edi Sofyan juga mengelak bahwa kalau penertiban yang dilakukan pihaknya ( Gakkum – red ) beberapa waktu lalu itu adalah penertiban titipan dari pihak pengusaha lain

“Tidak ada pesanan,untuk itu penertiban itu adalah kewajiban kita,informasi tentang pengrusakan HTI itu bisa dari pihak kita maupun masyarakat, kalau disitu ada pelanggaran hukum mari kita bersama-sama berkewajiban menghentikan,”tegasnya

Ditempat terpisah Rilke Jefri Huwae selaku Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka membenarkan dengan adanya pelimpahan tersangka dan barang bukti tentang perkara penambangan illegal

“Benar tadi siang, Tim Gakkumdu melimpahkan hasil penyidikan yang sudah P21 diantaranya satu orang tersangka HS berikut barang bukti lain berupa escavator dua unit serta masih ada yang lainnya,” kata Rilme Jefri Huwae melalui sambungan telpon tadi siang,Senin (8/10/2018)

Tersangka dijerat dengan pasal 109 Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan pasal 89 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan

Diketahui sebelumnya tim Gakum Kementrian Lingkungan Hidup Kehutanan ( LHK ) 2ilayah III Pal3mbang Sumsel sebelumnya melakukan penertiban penambangan ilegal oleh CV Tenggiling Persada dalam kawasan hutan tanaman industri (HTI) di Desa Cit, Kecamatan Riau Silip, Rabu (11/7/2018) beberapa waktu lalu

 

Pos terkait