Srikandi Pulau Dullah Mendaptar di Partai Golkar Sebagai Wakil Walikota Tual

  • Whatsapp

IMG-20170822-WA0044

TUAL, AMUNISINEWS.COM – Srikandi Pulau Dullah dengan Julukan Kabayah Merah, Eva Fransina Balubun, S.Pt resmi mendaftar di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar sebagai salah satu bakal calon wakil walikota Tual periode 2018 – 2023.

“Perubahan bukan bikinan satu orang, tetapi perubahan itu bikinan seluruh masyarakat,” kata Eva Fransina Balubun, S.Pt kepada wartawan AmunisiNews Minggu (20/8/17), pada saat mendaftar di DPD Partai Golkar.

Kabaya Merah beserta seluruh keluarga besar, simpatisan dan masyarakat kota Tual yang turut serta berpartisipasi dalam memberikan dukungan dan mensosialisasikan Nen Dit Sien Balubun sebagai calon wakil walikota Tual.

Eva Fransina Balubun mengatakan, bahwa fenomena politik kota Tual yang kian menarik perhatian publik, dan seakan menantang kita untuk terus bekerja keras. Untuk saat ini kedepanya bakal calon kontestasi dalam politik elektoral membuat partai – partai politik seakan tidak berdaya dalam menentukan konfigurasi pasangan walikota dan wakil walikota tual, sunguh logika pikir seperti ini yang keliru.

Untuk itu, tentu-nya dengan kehadiran Srikandi Pullau Dullah sebagai salah satu Putri terbaik yang namanya juga patut untuk diperhitungkan sebagai bakal calon wakil walikota tual, dan tidak bisa untuk kita pungkiri lagi karena berkat kerja keras dari seluruh masyarakat kota tual sehingga sampai dengan saat ini sesuai dengan hasil survei Sien Balubun menempati urutan pertama dari seluruh bakal calon wakil walikota tual periode 2018-2023.

Lebih lanjut Sien Balubun menambahkan, bahwa Kabaya merah tidak akan pernah gentar dengan janji – janji politik palsu yang disampaikan kepada beliau, dan perlu untuk diketahui bahwa Srikandi Pulau Dulah kita berjiwa besar, santun dan kritis, dan dia juga sebagai perwakilan (representasi) perempuan dari ribuan perempuan Evav yang telah teruji secara politis dan mampu memantapkan dirinya selama dua periode sebagai wakil rakyat kota Tual.

“Oleh karena itu, kini sudah tiba saatnya kita sebagai rakyat kota tual perlu untuk dapat menentukan perubahan dan arah pembagunan kota tual yang jauh lebih berpihak kepada kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat kota Tual,” katanya.

Kabaya Merah, mengutip Bertolt Brecth (penyair dan dermawan jerman). “buta terburuk adalah buta politik, dia tidak mendengar, tidak berbicara dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga – harga komoditas, obat, tepung dan makanan semua tergantung kepada keputusan politik. Orang yang buta politik begitu bodoh sehingga ia bangga dan membusungkan dadahnya mengatakan bahwa ia membenci politik. Si dungu tidak tahu bahwa dari kebodohan politiknya lahir pelacuran, anak terlantar, politisi busuk, serta rusaknya perusahaan nasional dan multinasional.(FP-19)

Pos terkait