Stadion Mini Panongan Terancam Ambruk

  • Whatsapp
Stadion Mini Kec. Panongan Kab. Tangerang, konstruksi diduga tak sesuai spek

Oleh: Zahari

Baru dibangun habiskan dana Rp 4,4 Milliar

Stadion Mini Kec. Panongan Kab. Tangerang, konstruksi diduga tak sesuai spek

 

TANGERANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Pembangunan Stadion Mini Kec. Panongan,Kab.Tangerang,Banten,sampai saat ini  belum selesai 100 persen. Proyek dua tahunan (multiyear) yang mulai dikerjakan dari 2016 sampai 2017 yang menghabiskan dana APBD Kab.Tangerang Rp 4,4 miliar, baru menyelesaikan bangunan tribun VIP yang dilengkapi dengan kamar ganti atlet dan pengurugan tanah merah bekas sawah serta membuat turap jalan masuk ke stadion.

Namun,sangat disayangkan pembangunan tribun VIP yang dikerjakan oleh kontraktor PT.Etona Cemerlang Abadi tidak sekokoh dengan stadion mini Kec.Cikupa dan Kec.Tigaraksa. Pasalnya, jika angin kencang disertai hujan lebat,terlihat sekali atap tribun dalam kondisi goyang dan meliuk-liuk dan nyaris ambruk, hingga orang yang berada di bangku tribun VIP menjadi ngeri melihat goyangan atap spandek itu.

Hasil investigasi wartawan Koran Amunisi dan Radar Nusantara beberapa waktu lalu, terlihat perbedaan sangat mencolok, ukuran konstruksi baja yang menggunakan pipa bulat itu. Stadion mini Cikupa dan Tigaraksa menggunakan baja pipa bulat ukuran 8 inch dengan ketebalan 8 mili untuk tiang atap, sedangkan stadion mini Panongan hanya menggunakan tiang pipa baja ukuran 5 inch dengan ketebalan sekitar 1,7 mm sampai 2,3 mm.

Soal harga juga berbeda antara pipa baja ukuran 8 inch dan tebal 8 mm berkisar Rp 2,8 juta/batang ukuran 6 meter,sedangkan pipa baja ukuran 5 inch dan tebal 1,7 mm – 2,3 mm hanya Rp 775 ribu/batang ukuran 6 meter. Untuk tiang aja terdapat selisih harga sekitar Rp 2 juta lebih.Belom lagi baja pipa untuk gelegar atap sejumlah 24 batang pipa,di Cikupa dan Tigaraksa menggunakan pipa ukuran 4 inch,sedangkan untuk Panongan ukuran 3 inch. Untuk kaso atap spandek di Cikupa dan Tigaraksa gunakan pipa baja ukuran 3 inch, sedangkan di Panongan menggunakan pipa baja ukuran 2 inch.

Jika dihitung secara global perbedaan harga konstruksi baja pipa antara stadion mini Cikupa dan Tigaraka mencapai Rp 200 juta,sedangkan untuk kontruksi
baja pipa di Panongan sekitar Rp 100 juta.

Untuk mencari kebenaran perbedaan konstruksi baja dan harga itu, wartawan Koran Amunisi dan Radar Nusantara beberapa kali menghubungi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kab.Tangerang bernama Idrus, namun tidak pernah bertemu. Bahkan wartawan Koran Amunisi dan Radar Nusantara telah menitipkan nomor telepon kepada Kasi Bangunan Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kab.Tengarang, Ari Margo juga tidak ada kabar dari pejabat PPTK itu.

Sedangkan Pelaksana Proyek dari PT Etona Cemerlang Abadi,Riski yang disambangi dikawasan Sport Center Kab.Tangerang menyatakan, pembangunan kontruksi baja untuk atap tribun VIP stadion mini Panongan itu sudah sepengetahuan PPTK, Pengawas dan Konsultan proyek.
Bahkan, kata Riski saat pemasangan atap baja pipa itu juga ada semua pejabat itu. Apalagi yang harus di permasalahkan lagi soal konstruksi atap baja itu, tambahnya.

Bahaya Konstruksi Baja
Sementara itu seorang pejabat yang mengetahui soal kontruksi baja atap stadion mini di Kab.Tangerang mengungkapkan, tidak ada perbedaan kontrusksi baja atap VIP stadion mini di seluruh Kab.Tangerang,semuanya harus sama baik itu ukuran tiang penyangga atap atau yang lainnya.Jika ada kontsruksi tiang baja pipa tidak sama ukurannya berarti itu ada penyimpangan dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) proyek.
“Itu berarti  mengurangi kualitas konstruksi untuk atap tribun VIP stadion mini, dan itu sangat fatal dapat membahayakan para penonton yang berada di areal tersebut apabila terjadi atap ambruk. Juga terlihat konstruksi baja pipa stadion mini itu tidak kokoh seperti stadion mini lain yang menggunakan baja pipa sesuai spek,” tukas pejabat itu.

Secara terpisah Camat Panongan, Prima Saras Puspa, SH.MM yang ditemui di kantornya beberapa waktu lalu  menuturkan, stadion mini Panongan yang belum selesai pambangunan itu belum diserahkan kepada pihaknya selaku pemakai dari Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kab.Tangerang, sehingga tidak bisa berbuat apa-apa soal temuan perbedaan konstruksi baja pipa atap tribun VIP di Panongan bila dibandingkan dengan stadion mini di Cikupa dan Tigaraksa.

“Saat ini saya tidak bisa berbuat apa-apa. Alasannya, semua pekerjaan pembangunan stadion mini Panongan diawasi oleh pejabat pelaksana teknis kegiatan dari Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kab.Tangerang. Nanti sewaktu serah terima fisik stadion mini, baru saya tanyakan satu persatu termasuk RAB konstruksi baja pipa untuk atap tribun VIP apakah sesuai atau tidak. Jika tidak sesuai maka tidak akan saya tandatangani serah terima stadion tersebut,” tegasnya.

 

 

editor: maliki hd  

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *