Subdit Korupsi Krimsus PMJ Tangani Dugaan Korupsi THR UNJ

  • Whatsapp

Oleh Ulis JP

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Subdit Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, menangani Dugaan Tindak Pidana Korupsi Terkait pemberiantunjangan Hari Raya (THR) Yang dilakukan Rektor UNJ kepada pegawai Kemendikbud RI.

Kabid Humas Polda Metro jaya Kombes YusriYunus kepada waryaewan di jakarta, Kamis (9/7/2020)  menceritakan kronologi kejadian antaranya sebagai berikut,  Pada hari Rabu tanggal 14 Mei 2020 saat Rapat Pimpinan Khusus (Rapimsus) UNJ di ruangan Gedung Rektorat dilakukan secara fisik dan Zoom Online, dipimpin oleh Rektor UNJ,. K dengan dihadiri oleh para Wakil Rektor, para Dekan Fakultas, para Kepala Biro dan Kepala Lembaga.

“Pada Rapimsus tersebut diisepakati akan mengumpulkan uang untuk THR kepada pihak eksternal UNJ dalam hal ini adalah Pegawai Kemendikbud RI yang dilanjutkan dengan pengumpulan uang oleh sdr DAN dari 11 Fakultas dan program di UNJ dengan nominal masing masing Rp. 5.000.000,- hingga terkumpul uang sejumlah Rp. 55.000.000,- (sebagian ditukarkan dalam bentuk US Dollar oleh sdr DAN utk efektifitas dalam teknis pemberian),” kata Yusri.

Pada Senin tanggal 18 Mei 2020, Sdr.K memerintahkan penyerahannya kepada pegawai Kemendikbud untuk hari Rabu tanggal 20 Mei 2020, penyerahan uang dimaksud mengutamakan kepada pegawai di Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Dikti.

Pada Hari Rabu tanggal 20 Mei 2020,.DAN membawa uang yang dikumpulkan dan berencana menyerahkan kepada Pihak Kemendikbud RI dengan fakta pemberian dan penerimaan uang sebagai berikut :

DI menerima  sebesar Rp. 5.000.000 (lima juta rupiah). Tanpa sepengetahuan, amplop berisi uang diletakkan sdr DAN di dalam majalah di meja kerja ketika sdr DI sedang meeting on line

TS sebesar Rp. 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah) Tanpa sepengetahuan, amplop berisi uang tersebut di masukkan di dalam map oleh  DAN dan diletakkan di meja kerja sdr TS ketika sdr TS sedang meeting on line.

DSM sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah). Tanpa sepengetahuan, uang tersebut dimasukan di dalam amplop putih dan diletakkan di meja kerja oleh sdr DAN.

P sebesar Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah) uang tersebut diterima langsung oleh Sdr.P di ruangannya dimasukkan ke dalam saku celananya oleh sdr DAN tanpa amplop dan penjelasan apapun.

Setelah dilakukan rangkaian kegiatan Penyelidikan dan Gelar Perkara Bersama pihak Polri, KPK dan Inspektorat kemendikbud maka terdapat dua hal yang disepakati bersama, yakni :

Bahwa tidak ditemukan peristiwa pidana dalam limpahan perkara penyelidikan KPK RI kepada Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait dengan dugaan Tindak Pidana Korupsi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) oleh pihak UNJ kepada pegawai Kemendikbud RI.

Sepakat untuk melimpahkan perkara tersebut kepada Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Kemendikbud RI dalam hal ini Inspektorat Kemendikbud RI untuk diusut pelanggaran etik dan / atau disiplinnya.

“Langkah yang telah dilakukan Penyelidik Polri Melengkapi administrasi penyelidikan, melakukan gelar perkara awal, melakukan permintaan keterangan kepada terperiksa dan Ahli, melakukan penerimaan barang dan dokumen terkait, melakukan Rekonstruksi pada Tahap Penyelidikan

serta elakukan Gelar Perkara Bersama Polri, KPK dan Inspektorat Kemendikbud

“Ada 44 orang yang dilakukan pemeriksaan baik dari pihak UNJ dan Kemendikbud serta 2 orang Ahli (Prof Romli Atmasasmita dan Dr Chaerul Huda,” jelas Yusri.

Barang Bukti yang diterima dari Pihak KPK saat pelimpahan Perkara :6 (enam) unit telepon genggam (HP),  uang tunai yang diterima dari pihak KPK sebesar Rp 27.500.000 (Dua Puluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dan 1,200 USD (Seribu Dua Ratus Dollar Amerika), durat dan dokumen lainnya.

Sedangkan pasal yang dikenakan pasal yang dilanggar (sebagaimana tertera pada LHP KPK) :Persangkaan pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 atau pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 5

Pos terkait