Suhardi, Mantan Camat Merawang Sebut Hutan Kilometer 10 Sisi Sungai Baturusa Bukan Hutan Konservasi

  • Whatsapp

Oleh Herman Saleh

SUNGAILIAT BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID–Waduh, mantan Camat Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Bangka Belitung menyebutkan Hutan kawasan Sepadan Sungai yang berlokasi di Kilometer 10 sisi sungai Baturusa, Desa Baturusa, kecamatan Merawang, kabupaten Bangka tidak masuk hutan konservasi, Suhardi menyebutkan itu masuk Hutan Area Penggunaan Lain ( APL),

“Kawasan kilometer 10 Baturusa itu tidak masuk kawasan Hutan Konservasi, itu masuk Hutan APL,” kata Suhardi dikantornya ( kantor kecamatan Sungailiat sekarang) Rabu (14/3/2018).

Suhardi mengaku menanda tangani Surat Tanah tersebut karena yakin itu tidak masuk Hutan Konservasi,

“Memang saya yang tanda tangan surat tanahnya karena itu milik masyarakat Baturusa untuk diolah, cuma ahirnya terjadi transaksi jual beli itu bukan wewenang saya dan saya juga merasa dibohongi oleh pak Kades Baturusa ( Maryanto ) karena hasil penjualan tanah itu tidak masuk kepada saya padahal mereka sudah janjian mau memberikan hasil penjualan itu kepada saya,” ujar Suhardi lagi.

Saat disinggung apakah Suhardi sudah diperiksa Polda Babel terkait kasus tanah hutan Kilometer 10 tersebut, Suhardi katakan sudah biasa diperiksa Polda Babel dalam kasus tanah di Desa Baturusa dan Desa Air Anyir,

“Saya sudah berkali kali diperiksa Polda Babel terkait kasus tanah di Desa Batirusa dan Desa Air Anyir karena di kedua desa itu sering mengalami terjadi sengketa tanah, akibat ulah kadesnya,”masih kata Suhardi.

Diketahui, diduga telah terjadi penjualan Hutan Tanah Sepadan Sungai yang terletak disisi jalan raya Kilometer 10 Baturusa Kecamatan Baturusa Kabupaten Bangka, yang dilakukan oleh Maryanto oknum Kepala Desa Baturusa dan kawan-kawannya, juga kasus itu sudah dilaporkan oleh salah satu warga Desa Baturusa DW  kepada Tipikor Polda Kepulauan Bangka Belitung pada Tanggal 28 Agustus 2017 yang lalu.

Pelapor atas inisial DW kepada Amunisi News pada Kamis ( 15/3/2018) di sebuah Warung Kopitiam di Pangkalpinang menjelaskan, saat ini sudah beberapa saksi yang terkait sudah diperiksa Tipikor Polda Kepulauan Belitung termasuk Kadusnya,

“Sudah beberapa orang yang diperiksa Polda, termasuk yang mengaku tanah itu miliknya dan Kadusnya  Iwan Bastoni sudah Kamis (8/3) yang lalu diperiksa Polda dan juga kemarin Rabu (14/3) Sekretaris Kecamatan ( Sekcam) Rasyid yang diperiksa Polda Babel,” ujar DW lagi.

Kemudian masih kata DW, setahu saya Tanah itu masuk Hutan resapan Air atau Hutan Konservasi yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka berdasarkan Perda No.1 Tahun 2013,

“Lokasi itu masuk Kawasan Sepadan Sungai berdasarkan Perda No.1 Tahun 2013 dan itu ada buktinya pada saya,” tegas DW

Sementara itu Maryanto alias Abot Kades Baturusa saat ditemui (9/3/2018) dikantornya mengaku kesal dengan DW karena sudah melaporkannya ke Polda padahal DW itu merupakan temannya sendiri,

“DW itu teman saya pak, saya sudah cukup baik kepada DW, mengapa melaporkan saya ke Polda,” keluh Maryanto.

Diakui Maryanto, selain Hutan yang kiri maksudnya tanah yang tambak udang juga mau kami minta untuk kerjasama dengan BUMDes,

“Hutan yang kiri yang Tambak Udang juga mau kita minta untuk kerjasama dengan BUMDes,” terang Maryanto.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *