Suharno : Salah Satu Peserta Pilgub Babel Melakukan Black Campaign

  • Whatsapp

black campaign- oke

SUNGAILIAT, AMUNISINEWS.COM–Tertangkapnya 6 orang warga oleh tim sukses (timses) pasangan calon (paslon) Gubernur/wakil Bangka Belitung nomor 4, Erlzaldi – Fatah bersama tim Pengawas Kecamatan (Panswascam) di Riau Silip, Kabupaten Bangka tekait penyebaran selebaran hutan tanaman industri (HTI), Senin (6/2/2017) sampai saat ini terus menjadi perhatian serius timses paslon tersebut.

Pasalnya kejadian penyebaran selebaran gelap yang dibagikan kepada masyarakat di kecamatan setempat (Riau Silip) waktu itu dianggap timses Paslon nomor urut 4 sangatlah merugikan Paslonnya. Oleh karenanya timses Paslon nomor 4  mendesak pihak aparat penegak hukum termasuk pihak panwas kecamatan Riau Silip tetap tegas menindak kasus selebaran gelap yang disebarkan diduga oleh timses pasangan nomor urut 2.

“Hal ini membuktikan bahwa sudah terjadi pelanggaran dalam pilkada di Bangka Belitung ini (Babel–red) karena  salah satu tim paslon sudah melakukan  cara-cara yang tidak terhormat dengan melakukan black campain,” ujar Suharno,tim advokasi Paslon nomor 4, Rabu (8/2/2017) ditemui di Novotel, Kota Pangkalpinang.

Tak cuma itu pihaknya pun tetap terus mempertanyakan langkah-langkah yang ditempuh oleh pihak Panwas kecamatan setempat dalam menangani kasus tertangkapnya 6 orang warga diduganya kuat merupakan oknum timses Paslon nomor urut 2.

“Kita tetap terus mempertanyakan langkah-langkah yang ditempuh pihak Panwas kecamatan di daerah setempat terkait kasus ini,” tegasnya.

Dijelaskanya, alasan pihaknya menduga kuat kasus selebaran gelap tersebut dilakukan oleh oknum timses paslon nomor 2 tak lain berawal dari investigasi yang dilakukan oleh timses paslon nomor 4.

“Hasil investigasi salah satu dari 6 orang yang tertangkap tim Panwas Riau Silip ada  bernama Tri Romadon yang beralamat di desa Labu rt 005 rw 003 Puding Besar kabupaten Bangka merupakan sopir ambulan partai PDIP,” terangnya.

Suharno menilai mekanisme yang dilakukan oleh pihak Panwas kecamatan setempat justru tidak sesuai dengan aturan, lantaran ia mendapat kabar jika 6 orang warga tertangkap itu atau para pelakunya justru sudah dilepas dengan alasan kooperatif.

“Para tersangka itu kan telah melakukan penyebar selebaran gelap yang isinya menyudutkan pasangan nomer 4 yaitu  Erzaldi-Fatah seharusnya begitu tertangkap tangan harus d serahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan BAP,” desaknya.

Tak cuma Suharno pun menilai dalam penanganan pihak Panwas kecamatan setempat malah menurutnya sangat berbeda dengan keterangan yang diberikan Panwas kecamatan setempat.

“Mereka sudah membawa ke pihak kepolisian sektor Riau Silip tetapi ditolak dengan alasan tersangka koperatip itu yg diterangkan oleh ketua Bawaslu kabupaten Bangka. Nah dari kejadian ini terkesan ada indikasi kong kalikong dari pihak terkait karena lambatnya dan salahnya penanganan yang dilakukan pihak Gakkumdu tersebut,” terangnya.(robi)

 

Pos terkait