Sunfo Sebut Timah Ilegalnya Dijual Kepada Jhoni dan Popo

  • Whatsapp

Oleh  Herman Saleh

SUNGAILIAT,BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID-Lanjutan sidang kasus Bos timah Sunfo (44) asal Kampung Kapitan, Kelurahan Mantung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, kembali digelar di Pengadilan Negeri Bangka, Selasa (25/9/2018) tepat Pukul 16.00 Wib.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Oloan E Hutabarat SH.MH , didampingi Hakim Anggota Jonson Parancis SH MH, dan Hakim Anggota Benny Y Dharma SH serta Imam SH MH dan sebagai Panitera serta Jaksa Penuntut Umum Pengganti adalah Ari SH dari Kejaksaan Negeri Bangka, Sunfo sebut Timah yang dibelinya dari tambang-tambang ilegal masyarakat Belinyu, setelah dikumpulkan dijual kepada Jhoni dan Popo warga Sungailiat,

“Timah ilegal itu setelah tiga hari saya jual kepada Jhoni dan Popo warga Sungailiat, biasa selama tiga hari ada sekitar 500 kg sampai 1 ton bijih timah terkumpul”, sebut Sunfo, Selasa (25/9).

Sunfo juga sebut bahwa dalam satu kilo gram saya ambil keuntungan Rp 10.000,- sampai dengan Rp.20.000,-

“Biasanya saya ambil untung dalam satu kilo gram timah sebanyak Sepuluh Ribu sampai Dua Puluh Ribu Rupiah”, sebutnya lagi.

Diketahui, bahwa Bos Timah asal kecamatan Belinyu kabupaten Bangka tersebut, kabur saat digrebek gudangnya oleh Polda Kepulauan Bangka Belitung pada Juni 2017 lalu.

Sunfo pernah ditetapkan menjadi DPO dan ahirnya setelah 9 bulan DPO, Sunfo menyerahkan diri.

Terjerat kasus kepemilikan pasir timah ilegal sebanyak 1.471 kg atau 1.4 ton, Sunfo terancam 10 Tahun penjara dan denda 10 milliar Rupiah.

Perbuatan Sunfo menimbun timah tanpa ijin merupakan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 158 UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan[4] yang berbunyi “Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Pos terkait