Tahun 2020, Ruang Kelas SMAN 1 Margaasih Capai Standar Sarana dan Prasarana Belajar

  • Whatsapp

Oleh, Andry

KAB.BANDUNG, AMUNISINEWS.CO.ID.- Peningkatan akses dan mutu layanan pendidikan di SMAN 1 Margaasih Kabupaten Bandung melalui pemenuhan standar sarana dan prasarana belajar pada setiap satuan pendidikan sesuai standar nasional pendidikan, tahun 2020 dapat terpenuhi, ujar Wandi Kuswandi Ketua P2S (Panitia Pembangunan Sekolah) saat wawancara disekolah beberapa waktu lalu.

Hal tersebut dapat terjangkau karena bantuan DAK (Dana Alokasi Khusus) Fisik SMA Tahun Anggaran 2020 yang dialokasikan oleh Pusat kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dimana sekolah tahun ini mendapatkan bantuan untuk bangun dan rehab ruang kelas dan juga kantor, ucap Wandi.

Didalam pelaksanaan, kami panitia mempersiapkan pembangunan ruang kelas secara detail yang dilengkapi juga dengan gambar teknisnya, disamping itu juga ada konsultan teknis yang senantiasa memberikan banyak bantuan secara teknis sehingga pihak sekolah hampir tidak ada kendala, kalaupun ada segera dapat teratasi, papar Wandi yang ternyata sudah berpengalaman dalam urusan pembangunan ruang kelas ataupun rehabilitasi.

Saya pribadi, bertanggungjawab penuh secara moral atas kokohnya bangunan ruang kelas. Ini menyangkut nyawa jadi saya tidak mau pengerjaannya asal-asalan, itu yang saya tegaskan kepada pekerja bangunan. Disamping itu, kami tim P2S yang sudah mendapatkan bimbingan teknis dan disediakannya konsultan teknis dari Disdik Jabar, bersama-sama melaksanakan pembangunan tidak mendapatkan kendala serius. Kami senantiasa mengacu kepada aturan juknis DAK dan sudah sesuai dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis bangunan, tegas Wandi.

Dengan persiapan yang memadai sebelum pelaksanaanya, selama ini pembangunanya berjalan dengan baik ditambah ada monitor dan evaluasi langsung dari pihak Disdik Jabar yang senantiasa menanyakan sejauh mana perkembangan bangunan, apa kendalanya, sehingga semangat untuk membangunpun lebih termotivasi, ucap Wandi.

Namun sebenarnya ada kendala sedikit di luar teknis, yaitu persoalan pencairan dana. Awalnya masalah tersebut cukup mengganggu, soalnya urusan dengan pekerja bangunan, mereka ingin bayarannya tidak terlalu lama karena tuntutan kebutuhan namun untungnya mereka bisa mengerti karena sebelum pelaksanaan sudah ada kesepakatan toleransi waktu pembayaran upah jika hal itu terjadi, kata Wandi.

Disamping itu juga untuk urusan belanja material kebutuhan bangunan, pihak toko bangunan material disekitar sekolah ternyata banyak yang bersedia bekerjasama dalam penyediaan kebutuhan material walaupun akan ada keterlambatan pembayaran. Karena bagaimanapun pembangunan disekolah ini, dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar Kecamatan Margaasih selain yang terutama sarana dan prasarana sekolah yang memadai, untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, tutur Wandi.

Seiring dengan hal itu, Wandi menilai, kami dijajaran sekolah SMAN 1 Margaasih untuk infrastruktur sekolah, standar sarana dan prasarananya dirasa sudah memadai, berkat bantuan DAK yang memang dapat menyulap sekolah dari ruang kelas biasa, kini terlihat cukup mewah. Yangmana sangat menunjang sekali untuk kegiatan belajar mengajar, sehingga untuk meningkatkan mutu pendidikan SMAN 1 Margaasih diupayakan dapat tercapai. Hal itu dibuktikan dengan cukup banyak lulusan dari sini yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri yang menjadi impian para siswa, pungkas Wandi.

 

Pos terkait