Tahun ini, Lima IKM jadi Startup

  • Whatsapp

Oleh H Usmaya

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Pemerintahan Jokowi-JK terus mendorong tumbuhnya usaha dari sektor swasta. Karena sektor ini memiliki daya serap tenaga kerja yang sangat besar.

Untuk mendorong tumbuhnya usaha dari sektor swasta, Kementerian Perindustrian gencar melahirkan wirausaha industri baru, termasuk sektor usaha rintisan (startup). Masa saat ini era era digital, industri industri kecil. IKM perlu.

“Keberadaan startup sekarang sangat dibutuhkan untuk menjual produk-produk IKM lokal kita semakin meningkat serta menumbuhkan perdagangan melalui e-commerce,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta.

Gati dalam rilisnya, Jumat (20/9/2018), sebutannya, pemerintah mungkin bisa mendapatkan 20 IKM untuk menjadi startup. Angka ini dua kali lipat lebih besar dibandingkan tahun yang lalu yang berhasil IKM sebagai startup.

“Tahun 2014, kami bawa lima IKM jadi startup. Selanjutnya, di tahun 2015 ada delapan IKM jadi startup, dan
tahun 2016 naik menjadi 11 IKM yang kami bawa jadi startup, “ungkapnya.

Kemudian, lanjut Gati, guna mewujudkan sasaran tersebut, Kemenperin memiliki program strategis untuk mengedukasi para
pelaku IKM nasional agar mampu memasarkan produknya melalui pasar.

“Kami sudah membuat platform digital, yang dinamakan e-Smart IKM. Program ini sudah dimulai sejak tahun lalu sebagai sarana perluasan pasar IKM kita, “kata Gati.

Dalam program pembinaan posisi IKM, menurut Gati, Kemenperin juga telah bekerjasama dengan PT Ruang Raya Indonesia ( ruangguru.com ) tentang peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor industri melalui pemanfaatan teknologi informasi digital.

“Salahnya melalui pembinaan program e-Smart IKM. Kerja sama melalui utilisasi digital ini diharapkan dapat meningkatan efektivitas program pengembangan industri, “kata Gati.

Hal senada pun disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, melalui platform Ruangguru, akan terus mendorong pembangunan kapasitas SDM lokal termasuk dalam pengembangan IKM yang sudah jadi produktif dan berdaya saing.

“Indonesia sebagai negara ke-9 yang merupakan sektoral terbesar di dunia, sudah waktunya e-marketplace oleh produk-produk dalam negeri,” ujarnya.

Menurut Menperin, tahun depan merupakan produk ekonomi di Asean, dengan kecepatannya digital
connectiondan indonesia sebagai hub atau menjadi inti digital yang memacu produk-produk IKM bisa meramaikan pasar Asean dengan potensi pencapaian 500 juta jiwa.

Kemenperin mencatat, pertumbukan IKM terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari jumlah satuan usaha IKM yang terus meningkat, di mana tahun 2015 berada pada angka 3,68 juta IKM, naik menjadi 4,41 juta IKM tahun 2016.

Pada triwulan II tahun 2017, telah mencapai 4.59 IKM. Sementara itu, tambah IKM dari tahun ke tahun juga terus mencatatkan angka yang positif. Tahun 2015, nilai tambah IKM sebesar Rp439,86 triliun, naik menjadi Rp510,88 triliun di tahun 2016, dan pada triwulan II 2017 mampu mencapai Rp540,88 triliun.

Sentra IKM Virtual

Kementerian Perindustrian aktif mendorong para industri kecil dan (IKM) untuk memasarkan produknya di pasar. Sejalan itu itu, Direktorat Jenderal IKM Kemenperin sudah membuat infrastruktur sarana pasar e-Smart IKM yang telah dimulai pada tahun lalu.

Adapun sembilan komoditas unggulan yang masuk dalam e-Smart IKM, yaitu makanan dan minuman, logam, kosmetik, perhiasan, kerajinan, herbal, suku cadang kendaraan, furnitur, dan fesyen.

“Kami akan mengembangkan industri yang memiliki bahan baku lokal,” ungkap Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningish di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dia melanjutkan, dalam implementasi program e-Smart IKM, Kemenperin sudah menjalin kerja sama dengan beberapa pasar lokal, antara lain BliBli, Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dan Blanja.

Sepanjang tahun 2017, sebanyak 1736 IKM telah mengikuti workshop e-Smart IKM. Pada tahun 2018, bisa saja bisa mencapai 4000 IKM dan bertambah sampai 5000 IKM tahun 2019.

“Nantinya sarana infrastruktur pasar e-Smart IKM diharapkan menjadi ‘Virtual Sentra IKM’ yang akan meningkatkan daya
saing produk serta akses pasar dalam negeri maupun global,” papar Gati

Menurutnya, e-Smart IKM memberikan garansi, garansi dan garansi. “Konsep dari pembinaan e-Smart IKM ini kami balik dari hilir ke hulu. Jadi, lihat pasarnya dulu, nanti tau apa yang ada, “jelasnya.

Program e-Smart IKM ini akan meningkatkan daya saing IKM nasional agar semakin kompetitif di kancah internasional. Untuk itu, adanya serbuan produk impor yang sedang lewat pasar online saat ini, Gati berharap kepada IKM lokal bisa ikut meramaikan produk-produknya.

“Semoga IKM di dalam negeri bisa ikut terbagi pasar produknya dan lebih dikenal oleh masyarakat nasional hingga internasional,” imbuhnya.

Gati menjelaskan, melalui workshop e-Smart IKM, peserta dibekali pelatihan untuk dua hari guna meningkatkan daya saing dan produktivitas serta fasilitas yang bisa diakses dari Kemenperin.

Materi tersebut merupakan informasi mengenai kredit usaha rakyat (KUR) yang bekerjasama dengan BNI dan pembuat komplain sederhana dari Bank Indonesia bagi IKM agar mereka bisa memperoleh KUR.

Selain itu, diberikan informasi mengenai restrukturisasi mesin dan peralatan, standarisasi produk, Hak
Kekayaan Intelektual (HKI), SNI wajib, sertifikasi untuk pangan, kemasan produk, pengenalan produk, dan pengetahuan – pengembangan produk dan strategi.

Pada hari kedua, workshop peserta e-Smart IKM juga diberikan pengetahuan tentang cara foto produk, mengunggah foto dan cara berjualan di marketplace.

Gati tambah, pembinaan program e-Smart IKM itu tidak berhenti pada dua hari workshop saja. “Kepada para IKM yang hasil produknya belum laku di pasaran, akan dilakukan pembinaan lanjutan dari tenaga SDM, pendampingan proses produksi, desain produk dan kemasan,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *