Tak terima Putusan Hakim, Jaksa Irfano Ajukan Banding

  • Whatsapp

Oleh, Aston Darwin

 JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Perdebatan diruang sidang antara Majelis Hakim dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), memang dianggap hal yang biasa. Namun, terkait dengan masalah putusan, mungkin JPU, akan mengambil sikap.

Lihat saja, sidang kasus kepemilikan narkotika yang dituduhkan terhadap terdakwa  Chyntia Sari Styadinata alias Tata, ternyata kini menjadi sorotan bagi insan Pers yang bertugas di kantor Pengadilan Negeri Jakarta utara.

Adapun penangkapan yang dilakukan terhadap terdakwa Chyntia Sari Styadinata alias Tata, berawal saat Rangga yang merupakan anggota polisi dari satuan Badan Narkotika Nasional (BNN)  mendapat informasi, bahwa di Apartement The Royale Springhill Residence Tower Lotus, Unit -3F, alamat jalan Benyamin Sueb, Blok D, No.7, Pademangan, Jakarta utara, ada seorang perempuan cantik yang sering mengkonsumsi narkotika. Berbekal informasi tersebut, anggota polisi itu pun, langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan.

Setelah tiba dilokasi, terdakwa Chyntia Sari Styadinata yang sedang melakukan gerak – gerik mencurigakan itu pun, langsung ditangkap. Ketika digeledah, dari dalam kamar tidur Apartement yang ditempati terdakwa Chyntia Sari Styadinata alias Tata, ditemukan 26 bungkus Nutrisari Premium ala juss Mangga yang disinyalir mengandung narkotika jenis shabu seberat 477,88 gram.

Selain itu, didalam mesin kulkas juga ditemukan, 18 butir pil Ekstasi jenis “Monkey” dan 1 bungkus plastik klip berisikan shabu – shabu, seberat 0,74 Gram. Detik itu juga, terdakwa Chyntia Sari Styadinata alias Tata, langsung dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa.

Menurut pengakuan dari terdakwa Chyntia Sari Styadinata alias Tata, barang – bukti berupa 26 bungkus Nutrisari Premium ala juss Mangga yang berisikan shabu – shabu tersebut, dibeli saudara ‘Emka’ (DPO), seharga RM.150 (150. Ringgit Malaysia). Sedangkan ke -18 butir pil Ekstasi jenis “Monkey” tersebut, dibeli dari saudara ” Yansen” (DPO), seharga Rp.350.000/butir.

Pada sidang yang sebelumnya, saksi Rangga mengatakan, pada saat sedang melaksanakan tugas, ia bersama dengan anggota tim yang lainnya mendapat informasi, bahwa di Apartement The Royale Springhill Residence yang beralamat dijalan Benyamin Sueb, Kelurahan Pademangan, Kecamatan Pademangan, Jakarta utara, ada seorang perempuan cantik yang sering mengkonsumsi narkotika. Nahhhh…….berbekal informasi tersebut, anggota polisi itupun, langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan. Setelah tiba dilokasi, terdakwa Chyntia Sari Styadinata alias Tata pun, berhasil ditangkap.

Ketika digeledah, dari dalam kamar tidur Apartement yang ditempati terdakwa Chyntia Sari Styadinata alias Tata, ditemukan 26 bungkus Nutrisari Premium ala juss Mangga yang diduga mengandung narkotika jenis shabu – shabu, seberat 477,88 Gram. Selain itu, dari dalam mesin kulkas, juga ditemukan 18 butir pil Ekstasi jenis “Monkey” dan 1 bungkus plastik klip shabu – shabu, seberat 0,74 Gram. Begitu mendengar keterangan saksi tersebut, terdakwa Chyntia Sari Styadinata alias Tata, hanya bisa anggukan kepala.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Irfano Rukmana Rachim, SH, mengatakan, bahwa perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa Chyntia Sari Styadinata alias Tata, telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 112 ayat (2) UURI Nomor. 35 Tahun 2009, tentang narkotika. Menuntut, agar terdakwa Chyntia Sari Styadinata alias Tata, dijatuhi hukuman pidana selama 15 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa berada didalam tahanan. Selain hukuman pidana tersebut, terdakwa Chyntia Sari Styadinata alias Tata, juga harus membayar denda sebesar Rp.1.000.000.000. Jika denda tersebut tidak bisa dibayar, maka terdakwa Chyntia Sari Styadinata alias Tata, harus rela menggantinya dengan hukuman kurungan, selama 1 tahun.

Menyatakan, barang – bukti berupa kemasan Nutrisari Premium ala juss Mangga, pil Ekstasi dan 1 bungkus plastik klip shabu – shabu, agar dirampas untuk dimusnahkan. Memerintahkan, agar terdakwa Chyntia Sari Styadinata alias Tata,  tetap ditahan, didalam Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Dalam inti surat pembelaan (Pledoi) yang dibacakan oleh tim Penasehat Hukum terdakwa mengatakan, bahwa tuntutan pidana yang dijatuhkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), dinilai sangat memberatkan, bagi Kliennya. Pasalnya, selama proses persidangan berjalan, terdakwa Chyntia Sari Styadinata alias Tata (Kliennya), sudah mengakui semua kesalahaanya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Oleh karena itu, Tim Penasehat Hukum terdakwa memohon, agar Majelis Hakim, bersedia memberikan keringanan hukuman bagi Kliennya.

Entah alasan apa, Hakim Ketua Didik, SH,.MH, langsung menjatuhkan vonis kepada terdakwa Chyntia Sari Styadinata alias Tata, dengan hukuman pidana selama 4 tahun penjara. Begitu mendengar putusan hakim tersebut, JPU, Irfano Rukmana Rachim, SH, langsung mengajukan banding.

 

Pos terkait