Tambang Rajuk di Kawasan DAS Bukit Layang dan DAS Pugul Semakin Menggila

 

oleh Herman Saleh

SUNGAILIAT, AMUNISINEWS.CO.ID-Terpantau, Saptu (11/5)  Ratusan Tambang Timah Rajuk ilegal masih melakukan aktivitas penambangan di kawasan daerah aliran sungai (DAS) Bukit Layang, kecamatan Bakam dan DAS Desa Pugul kabupaten Bangka.

Padahal beberapa media baik lokal maupun nasional sudah mengangkat berita tersebut, namun kelihatannya penambang-penambang ilegal itu tidak menghentikan aktivitasnya bahkan jumlah ponton apung tambang rajuk itu semakin banyak, sekarang sudah mencapai ratusan ponton.

AN (40), salah satu warga desa Bukit Layang mengakui, kalau para penambang itu adalah rata-rata warga desa Bukit Layang, satu orang ada yang punya 4 ponton, ada juga yang punya 1 ponton.

” penambang semuanya warga desa Bukit Layang dan Desa Pugul Kabupaten Bangka,  ada yang punya 4 ponton, tetapi ada juga hanya punya 1 ponton”, ungkap AN melalui telepon selular, Sabtu (11/5).

Menurut AN ( 30), bijih timah yang didapat penambang ilegal ini diduga dijual kepada kolektor SNF dari Pangkalpinang melalui pengumpul dilapangan. Satu ponton bisa menghasilkan timah sebanyak 40 kg dalam Satu hari.

” Satu ponton kadang-kadang perhari bisa mencapai 40 kg sampai 50 kg, mereka jual bijih timahnya kepada SNF warga Pangkalpinang yang sering membeli dilokasi tambang”, kata AN.

Sementara itu Kades Bukit Layang Andry, saat dikonfirmasi media lewat pesan singkat WhatsApp (WA), terkait aktivitas tambang rajuk timah, dirinya mengatakan bahwa, Pemerintah Desa sudah berupaya melakukan persuasif terhadap aktivitas pertambangan di sungai.

“Yang jelas pemerintah Desa sudah melakukan upaya – upaya persuasif, seperti melakukan sosialisasi tentang larangan melakukan aktivitas penambangan di sungai, memasang spanduk larangan bersama TNI dan POLRI, serta menjelaskan tentang dampak pencemaran terhadap ekosistem sungai,” tulis Andry di WA (Rabu, 10/04/19).

Andry melanjutkan, “Apabila masyarakat tetap membandel, ranah penegakan hukum ada di Instansi2 terkait, perlu di catat bahwa, Pemerintah Desa tidak pernah melakukan pembiaran dan melegalkan aktivitas penambangan,” lanjutnya.

Kasubditgakkum Polair Polda Babel AKBP Irwan Nasution SIK meminta rekan-rekan media untuk menghubungi Kasatpolair Polres Bangka terkait permasalahan tambang timah rajuk ilegal di kawasan DAS Bukit Layang tersebut.

“Konfirmasi ke polres saja ya  , saya tidak ngantor hari ini , lagi kurang enak badan,” tulis AKBP Irwan melalui pesan whats app, Senin (8/4)..

Terkait penambangan ilegal di kawasan DAS Desa Pugul, ada beberapa orang yang mengaku dari LSM mengintimidasi warga Desa Pugul, belum jelas apa motif dari yang mengaku LSM itu, menurut MG salah satu warga yang didatangi oleh LSM itu mengaku sempat di intimidasi dan difoto2 serta di Vidiokan dan juga sore hari LSM itu datang lagi untuk mengintimidasi keluarganya sewaktu MG tidak di rumah.

“Kami didatangi oleh yang mengaku dari LSM, kami tidak tau dari LSM mana, mereka mengintimidasi kami dan keluarga kami, belum jelas motifnya apa dan LSM itu meminta kami menghadap kekantornya, kami tidak tau kantornya dimana dan kami juga tidak tau apakah LSM itu sudah melaporkan kepada Dinas Kesbangpol Kabupaten Bangka terkait keberadaannya,”ungkap MG

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *