Tangannya Mampu Memberikan Kenikmatan

  • Whatsapp

 Oleh, Nur Alam
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Semua orang Indonesia pasti tidak asing dengan makanan yang bernama mi ayam, khususnya warga DKI Jakarta pasti tahu semua. Dengan ciri khas gerobak yang berwarna biru, sudah sangat lumrah sekali.

Sosok pria bernama Andi Angkri, kelahiran Jakarta, 53 tahun merupakan salahsatu pedagang kaki lima (PKL). Berdagang sebagai penjual mi ayam, yang berlokasi di Jalan Marunda Baru, Jakarta Utara.

Andi sudah berjualan hampir dua puluh lima tahun, ditemani dengan gerobak birunya. Tidak diketahui berapa kali diperbaiki hingga pergantian badan gerobak yang mengalami kerusakan. Bertahun-tahun menjalani sebagai pedagang mi ayam sudah pasti mengalami suka dukanya berdagang.

Pada masa pandemi Covid-19 kemerosotan penjualan mi ayam pun dirasakan oleh Andi, penurunan pendapatan sangat drastis sekali. Sebelum masa pandemi, mi ayam yang dijual bisa habis sampai lima kilogram per hari, Covid -19 mengubah segalanya hingga tiga kilogram saja.

Andi harus bekerja lebih keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, Memiliki dua anak perempuan dan satu pria. Salahsatu anak perempuannya sudah berkeluarga, sedangkan dua anaknya masih mengenyam pendidikan.
“Covid-19 ini dirasakan sekali sama saya, pedagang kecil. Jika di rumah saja suruh pemerintah, anak dan bini makan apa nanti tangungjawabnya makin terasa,” ujar Andi selaku penjual mi ayam, Selasa (23/01).

Sebelum pandemi biasanya Andi berdagang empat kali dalam satu minggu, mulai dari jam 07.00 hingga 12.00 WIB. Pada masa pandemi hanya bisa berdagang dua kali dalam seminggu. Pembagian jadwal berdagangnya dibagi dua dengan saudara kembarnya, yang mirip sekali dengannya. Pekerjaannya pun sama, maka dari itu ia harus membagi waktu berdagangnya.

Dengan pekerjaan sebagai penjual mi ayam pada masa pandemi, Andi sangat bersabar dan penuh ikhlas dalam menjalani hari-harinya. Tidak ada rasa letih dan bermalas-malasan dalam bekerja, semua demi keluarga tercinta. Keutamaan dalam kejujuran merupakan pedomannya dalam hidupnya, karena apa yang diperoleh akan diberikan kepada keluarganya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *