Tanggulangin Antisipasi Bahaya DB, Inovasi “Petik Mandiri Buah Naga

Oleh, Mery.T/Nugroho

SIDOARJO, AMUNISINEWS.CO.ID – Wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) nampaknya meresahan banyak orang di berbagai derah. Antisipasi hal tersebut pemerintah bagikan kartu pemeriksaan jentik. Seperti halnya Maryam warga Randegan Rt 6 Rw 2 Tanggulangin Sidoarjo baru menerima kartu.

Maryam bersama cucu menunjukan kartu pemeriksaan jentik Selasa (5/2/2019)

Ucapnya, setiap harinya ia melihat berita di televisi banyak menyiarkan balita, remaja maupun orang dewasa terkena DB, jadi merasa khawatir.

Diketahui tanda-tanda awal penyakit demam berdarah dengue(DBD)panas mendadak terus-menerus,badan lemah lesu,timbul bintik-bintik merah dikulit,dada,lengan seperti bekas gigitan nyamuk.Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegepty yang bersarang ditempat penampungan air, seperti tempayan,drum, bak mandi, tempat yang dapat menampung air hujan dan lainnya

Maryam (68) pada Amunisi Selasa (5/2/2019) mengatakan, Nggeh kulo ningali berita televisi katah nyiaraken tiyang kengeng DB.(ya saya melihat berita di televisi banyak menyiarkan orang kena Demam Berdarah. Saya takut sebab berita di TV seperti itu karena saya mempunyai cucu, ujarnya.

Saya tadi dibagikan kartu oleh ketua Rt 6 dan kartu tersebut setiap minggunya wajib diisi, namun sebelumnya dilakukan pemeriksaan jentik di bak mandi ataupun tempat lain yang menampung air karena tiap bulannya akan ada pemeriksaan atau kontrol dari petugas kata Maryam.

Sementara  Drg. Erni Wahyuni, MM, Ka Puskesmas Tanggulangin saat dikonfirmasi mengatakan, dalam rangka pencegahan  penyakit DB di wilayah Kecamatan Tanggulangin. Puskesmas Tanggulangin mempunyai program inovasi “Petik Mandiri Buah Naga” artinya Periksa Jentik Rumah Sendiri bersama Anak Sekolah dan Keluarga.

Program ini merupakan  pengembangan dari program 1 rumah 1 jumantik (1R1J) dimana seluruh anggota keluarga baik orang tua maupun anak-anak mempunyai kewajiban untuk memeriksa jentik di tempat-tempat penampungan air di rumah sendiri.

“Pemeriksaan dilakukan 1 minggu sekali, sekaligus melakukan gerakan 3 M (Menguras, menutup dan Mengubur). Dengan demikian jentik nyamuk tidak ada kesempatan untuk tumbuh menjadi nyamuk dewasa,” terangnya.

Inovasi ini dimulai di Desa Randegan dengan dukungan pak Camat dan Forkopimka bersama pemdes serta kader-kader kesehatan juga partisipasi warga Randegan sejak tahun 2017. “Alhamdulillah, th 2018 desa Randegan tidak ada yg terkena DB dan kasus DB di kecamatan Tanggulangin turun drastis “ jelas Erni.

Saya berharap program inovasi ini diikuti oleh seluruh pemdes Kadea,pamong (perangkat) di wilayah  kecamatan Tanggulangin,kader-kader dan partisipasi masyarakat desa Randegan khususnya sehingga terbebas dari kasus DB, imbuh dokter gigi tersebut.

Warga lain yakni Solipah (59) yang sempat cemas karena cucunya sempat panas tinggi, perempuan yang sehari-harinya membuka usaha ayam panggang dan ke sawah tersebut menambahkan,ya saya prihatin melihat berita di TV banyak  balita dan warga terserang DB,seperti halnya di luar Sidoarjo banyak hampir tiap hari berita di TV. Saya berharap semoga saja di Randegan Tanggulangin ini tidak ada lagi yang terkena DB. Cucu saya Ahan sempat panas saya khawatir hal yang tidak diinginkan segera putra saya suruh untuk mengecek di Laboratorium untuk kepastiannya, alhamdulillah negatif DB, ucap Solipah.

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *