Teluk Bintuni Prospek Cukup Besar untuk Pembangunan Wilayah Industri

  • Whatsapp

Oleh : Budi Setiawan

PAPUA BARAT, AMUNISINEWS.CO.ID – Kementerian Perindustrian mendorong percepatan pembangunan Kawasan Industri Teluk Bintuni, Papua Barat. Langkah yang akan dilakukan melalui skema Kerja sama Permerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau lazim disebut Public Private Partnership (PPP).

Menperin memastikan bahwa Teluk Bintuni mempunyai prospek yang cukup besar untuk pembangunan wilayah industri karena memiliki sumber daya alam yang potensial.

Wilayah Teluk Bintuni diperkirakan terdapat cadangan gas bumi mencapai 23,7 triliun kaki kubik (TCF).

“Rencana pengembangan awal Kawasan Industri Teluk Bintuni adalah seluas 50 hektare (Ha) dari 200 Ha lahan yang akan dibebaskan.
Dari luas50 Ha tersebut, akan dikembangkan anchor industry berupa pabrik methanol dengan dukungan komitmen ketersediaan gas oleh BP Tangguh Tahap I sebesar 90 MMSCFD di tahun 2021 dan Tahap II sebesar 90 MMSCFD di tahun 2026,” ucap Menteri Perindustrian, dalam keterangan nya Rabu, 26 September 2018

Lebih lanjut ditegaskan, Sisa cadangan lahan dapat digunakan untuk tahap III sebesar 176 MMSCFD dari Genting Oil dan potensi industri lain yang bisa dikembangkan. Nilai total CAPEX pengembangan kawasan industri tersebut diperkirakan sebesar Rp1,7 triliun.

“Kebutuhan methanol di Indonesia pada tahun 2021 diprediksi mencapai 871.000 ton, sedangkan saat ini pasokan hanya dari produksi PT. Kaltim Methanol Indonesia sebesar 330.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Pemilihan methanol sebagai anchor industry juga mempertimbangkan potensi methanol untuk dijadikan sebagai produk turunan seperti polietilen atau polipropilen, dimetil eter (DME), methyl tertiary butyl ether (MTBE) dan lain-lain,” tutup Airlangga Hartarto.

 

Pos terkait