Terbukti Terima Suap, Mantan Bupati Jombang Divonis 3, 6 Tahun Penjara

Oleh Yudi Nugroho/Tama

Pencabutan Hak Politik 3 Tahun

SIDOARJO,AMUNISINEWS.CO.ID – Sidang lanjutan agenda putusan Bupati Jombang non aktif Nyono Suharli terkait suap, digelar  di Pengadilan Tipikor Surabaya di Sidoarjo Selasa (4/8).

Bupati non aktif dan  mantan Ketua DPD Golkar Jatim itu dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun dan enam bulan.Nyono juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 200 juta, subsider dua bulan penjara.

Tidak hanya itu,majelis juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama tiga tahun, terhitung setelah menjalani masa hukuman.Yakni pencabutan hak dipilih selama tiga tahun setelah menjalani masa hukuman tahanan.

Dalam amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Unggul Warso Mukti, terdakwa terbukti bersalah telah menerima suap terkait pengangkatan Inna Silestyowati sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan yang juga  merangkap sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Jombang.”Tidak hanya itu namun juga  dugaan pemberian uang untuk perizinan rumah sakit,” terang Ketua Majelis melalui amar putusannya.

Di dalam amar putusannya,perbuatan terdakwa telah terbukti melanggar Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Saudara terdakwa terbukti bersalah sebagaimana dakwaan subsider dari jaksa penuntut umum,” terang Unggul.

Putusan yang dijatuhkan majelis pengadilan itu jauh dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK. Sebelumnya, Nyono Suharli dituntut dengan hukuman penjara selama 8 tahun dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan penjara, serta pencabutan hak dipilih selama lima tahun.

Yang meringankan dan memberatkan perbuatan terdakwa, menurut Unggul, yang meringankan terdakwa selama ini telah kooperatif dan telah mengembalikan kerugian negara.

“Yang memberatkan terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi,” pungkasnya.

Diketahui,terdakwa Nyono Suharli sendiri telah  mengembalikan uang negara senilai Rp 1,220 miliar pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang tersebut ia terima dari beberapa pihak yang terkait dana suap kasus yang membelitnya.Bupati Jombang nonaktif itu dijerat atas dugaan menerima suap dari Inna untuk menetapkan Inna sebagai kepala Dinas Kesehatan definitif.

Total suap yang diberikan kepada Nyono berjumlah Rp 275 juta. Pihak KPK sendiri menyita uang Rp 25 juta dan 9.500 dollar AS dalam bentuk pecahan. Selain Nyono, KPK juga mengamankan pemberi suap Inna Silestyowati yang menjabat sebagai Plt kepala Dinas Kesehatan Jombang.

Atas putusan tersebut pihak Jaksa Penuntut Umum KPK langsung menyatakan upaya banding atas putusan tersebut. “Kami ajukan banding yang mulia,” terang Wawan Yunarwanto diakhir sidang.

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *