Terisolir, Kampung Muhara Ciladaueun Lebak Banten akibat Banjir Bandang

  • Whatsapp

Oleh, Yusa/Faed

LEBAK, AMUNISINEWS.CO.ID.- Banjir bandang yang melanda sebagian wilayah kabupaten Lebak di hari pertama tahun 2020 membawa duka yang mendalam. Giat Bakti sosial (Baksos) Peduli Banjir Bandang Lebak yang fokus ke wilayah terpencil dan tersisolir di Kp Muhara Ds Ciladaeun Kec Lebak -Gendong bagi seluruh warga Banten khususnya warga Kab Lebak – Sabtu. (4/01)

Akses ke lokasi yang cukup sulit dicapainya

Pada kesempatan baksos kali ini, H.Alamsyah selaku Ketua Umum LSM Geram menyerahkan bantuan berupa beras, mie instan, air mineral, pampers balita, dan bantuan baksos secara langsung diterima oleh Kades Ciladaeun,Yayat Dimyati.

Awak media iringi rombongan DPP LSM Geram Banten Indonesia dan Ormas Laskar Merah Putih Kec Jayanti dalam giat baksos ini.

H.Alamsyah mengatakan pada awak media bahwa kegiatan baksos seperti ini merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari niatan awal membentuk LSM Geram.

“Geram hadir ketika warga membutuhkan uluran tangan, apalagi ini bencana alam dimana rasa kepedulian kita selaku aktifis tergugah untuk memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan”, jelasnya

Tambahnya lagi, pada saat tsunami menerjang Selat Sunda kami juga hadir disana memberikan bantuan kepada warga Kp Sumur Ujung Kulon Pandeglang.

“Setidaknya bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang berduka, imbuhnya”.

Yayat Dumyati selaku Kades Ciladaeun paparkan pada awak media kronologis kejadian banjir bandang di wilayahnya.

“Sekitar jam 03.00 Wib, Rabu 01/01 turun hujan lebat, jam 08.00 kondisi masih normal. Jam 10.00 Wib terjadi bencanan itu, tanah longsor dari bukit bercampur pepohonan terdorong air yang sangat dera, dalam hitungan detik telah memporak porandakan Kp Muhara, akibatkan 1 jembatan konstruksi baja, 1 jembatan gantung, 16 rumah tersapu bersih  tanpa ada bekas dan 63 rumah rusak berat, sementara korban jiwa tidak ada” ujarnya.

Kini hampir 80% warga telah mengungsi karena khawatir adanya banjir bandang susulan juga tanah longsor.

Kuasa Alloh, jembatan konstruksi baja tersapu tanpa bekas dan akibatnya warga kami yang diseberang sungai terisolir untuk sementara ini, ungkap Yayat.

Lebih lanjut Yayat menerangkan, bantuan yang kami terima sampai saat ini dari Baznas Kab Lebak dan Prov Banten , Dinsos Kab Lebak, Parpol PKS, dan Lsm Geram.

Diakhir wawancara, Yayat berharap kepada pihak Kab dan Prov untuk memberikan bantuan obat-obatan dan membuka Pos Kesehatan. Beharap lainnya segerakan pemulihan jaringan listrik dan Jembatan, agar kehidupan warga kami normal kembali.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *