Terkait Korupsi DAS, Kejari Bangka Geledah Kantor Dishut Babel

  • Whatsapp

IMG-20170928-WA0008

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM–TIM Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bangka yang dipimpin Kepala Seksi Pidana Khusus ( Kasipidsus) M Fandi Hasibuan SH menggeledah Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (27/9/2017).
Adapun ruang yang digeladah adalah Ruangan Rehabilitasi Hutan dan Lahan, dan Ruangan Kepala Sub Bagian Keuangan dari Dinas Kehutanan Pemprov Bangka Baelitung.

Setelah menggeledah kedua ruangan tersebut, Tim Pidsus Kejari Bangka juga menggeledah ruangan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung Ir. Nazalius.
Dari kedua ruangan tersebut, Tim pidsus terlihat mengamankan beberapa bundel dokumen yang ada kaitannya dengan kasus DAS Merawang Kabupaten Bangka.

Dalam keterangan persnya saat jeda dalam penggeledahan itu, Kasipidsus Kejari Bangka M Fandi Hasibuan menjelaskan, ini terkait dengan kasus dugaan korupsi proyek Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Merawang,

“Kasus ini adalah kasus tunggakan sejak jaman ssbelum saya menjabat Kasipidsus Kejari Bangka, kasus Rehabilitasi Hutan DAS ini terjadi TH 2014 dengan pagu dana Rp.1,2 Milyar yang berasal dari dana APBD Provinsi Bangka Belitung,” ungkap Fandi
Kemudian Fandi menambahkan, penggeledahan ini untuk melengkapi berkas penyidikan, dimana dalam penggeledahan ini Kejaksaan menyita beberapa dokumen,
“Dalam penggeledahan ini kami mengambil beberapa dokumen terkait kasus DAS TH 2014 tersebut dan kami menggeledah tiga ruangan termasuk ruangan pak Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Bangka Belitung,” tambah Fandi.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung IR Nazalius saat penggeledahan ini tidak berada ditempat, menurut salah seorang bawahannya bapak kadis sedang dinas luar,
“Bapak (kepala dinas red) sedang dinas luar kota kalau tidak salah sedang berada di Jogya,”sebut salah satu bawahannya yang minta jangan ditulis namanya (27/9)
Diketahui sebelumnya, kasus ini diduga ada mark up harga bibit pada pengadaan bibit pohon ketapang, cemara laut, namlung, jambu mente, mangga, rambutan, mahoni, dan pengadaan kompos. Pagu dana pada proyek tersebut senilai Rp 1.268.602.250, dan tanaman tersebut tidak ada yang tumbuh sesaat selesai ditanamkan..(man)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *