Terkait Pembongkaran Bangli Terkesan Tebang Pilih, Seven Gab LSM Kritik Kebijakan Bupati

  • Whatsapp

Oleh Nugroho/tama

SIDOARJO,AMUNISINEWS.CO.ID- Pembongkaran bangli milik PKL maupun lapak pedagang, juga warung warga di jl.Erlangga dan beberapa titik lainnya di Sidoarjo oleh Satpol PP mendapat kritik dan tanggapan Gabungan LSM yang mengatasnamakan Seven Gab LSM Sidoarjo Minggu (22/7).

Gabungan LSM tersebut di antaranya LSM Komnas, LP3M, AUU,WAR serta Cepad, LSM Paksi ,serta Kipas. Ketujuh LSM usai mendapat aduan dari PKL dan pedagang yang dibongkar satpol PP langsung rapat koordinasi.

Suryanto,  koordinator Seven Gab LSM Sidoarjo kepada wartawan Minggu (22/7) mengungkapkan pihaknya bergerak setelah mendapatt pengaduan dari PKL.

“Pembongkaran seharusnya jangan seperti itu, kalau mengikuti aturan Perda semua harus ditertibkan seperti  halnya Taman Pinang sampai Gading Fajar.Jl. Gajah Mada sebenarnya banyak PKL, khususnya di Sidoarjo yang menggunakan fasum dan sempadan jalan. Namun kenyataannya PKL atau warung yang dijalan kecil seperti pkl Erlangga yang jarang dilalui kendaraan seperti Daleman kenapa mesti dibongkar,” tegas Suryanto.

Menurut Suryanto, yang juga Ketua LSM Komnas (Komunitas Nasionalis) dan Cak Gito ketua LP3M apakah mungkin indikasinya ada kontribusi ke dinas terkait dari pengusaha yang tetap aman menggunakan fasum maupun sempadan jalan sehingga tidak tersentuh.

“Satu lagi PKL depan ponti tiap hari minggu sampai menutup jalan utama dan sempadan jalan lainnya,seperti lahan parkiran resto Mc.Donald yang dipergunakan pedagang lainnya kenapa dibiarkan. Kalau toh memang satpol pp sebagai penegak perda harusnya tidak tebang pilih,” ujar  Suryanto.

“Kenapa beberapa perusahaan besar diperbolehkan mempergunakan sempadan sungai seperti sekar group dan ruko jenggolo exs/bekas sebelah pom bensin,dipergunakan,dan masih banyak lagi lainnya,” pungkas Suryanto.

Salah satu pemilik bangli Didik Purwanto yang merupakan putra daerah asli,mengungkapkan, dari bangli tersebut peruntukan usaha remaja, anak muda setempat.Dirinya tetap apresiasi dengan yang dilakukan oleh teman-teman satpol PP. Dengan kami sudah bongkar tanpa ada aksen pembongkaran dari Satpol PP diwilayah jl. Erlangga.

‘’Kami yang memulai pembongkaran dengan kesadaran pribadi,dengan harapan dan pesan kami kepada satpol PP harus tetap konsisten dengan apa yang menjadi SOP (Standard Operating Procedure) satpol PP,” kilah Didik’’

Kedua memohon satpol PP untuk melaksanakan SOP itu secara obyektif,tidak tebang pilih sebagaimana kita ketahui masih banyak bangli /pk5 permanen yang berada tepat di jantung kota dan menjadi konsumsi publik.

“Kami yakin satpol pp juga mengetahui titik-titik bangunan yang harus ditertibkan,tegas Didik Purwanto pemilik bangli yang kebetulan juga ketua umum LSM PAS(Persatuan Arek Sidoarjo)tersebut,” tambah Didik.

Sementara Jajaran Satpol PP,Yani Setyawan, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum dalam obrolannya dengan Didik mengatakan, kegiatan tersebut yang pertama sudah  sesuai SOP sebagai penegak perda,kedua melaksanakan penertiban  untuk mempercantik kota Sidoarjo.

Sementara ketua RT 18 RW 6 Kelurahan Celep Hari Purnomo Minggu (22/7) kepada wartawan  mengatakan, ikut prihatin atas pembongkaran tersebut, seperti warung milik Hariyanto yang jualan sendiri, istrinya tidak ada warung itu sebagai sumber mata pencaharian tiap hari.

“Kalau dibongkar ya harusnya ada solusi,yang katanya program pemerintah menghapus dari kumuh dan kemiskinan,namun kenyataannya ada pembongkaran ini ada warga yang tidak bekerja apa bukanya menambah kemiskinan,” terangnya.

“Harapan saya untuk mereka bisa dicarikan tempat untuk usaha,kalau untuk yang sudah dibongkar ini diperuntukan sebagai taman ya secepatnya dibangun pertamanan biar indah tidak kumuh,ujar ketua RT tersebut,” terangnya.

 

Pos terkait