Terkesan Dibiarkan Pemda, Debu Bauksit ‘Racuni’ Penduduk Kuala Tolak

  • Whatsapp

Oleh Tri Teguh

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID- Debu bauksit dari PT Laman Mining dikeluhkan oleh warga desa Kuala Tolak Dusun 01 RT02, yang merasa kehidupan mereka tidak nyaman lagi sejak perusahaan itu beriperasi.

Hal ini diungkap Agustinus Tio, salah satu tokoh masyarakat kepada Amunisi pada akhir Oktober 2019 lalu. “PT Laman MJining membuat kami penduduk setempat merasa terganggu dengan debu-debu yang bertebaran sehingga rumah kami yang berada di desa kuala tolak kec. MHU kabupaten ketapang Kalbar terganggudan tidak tenang,” kata Agustinus.

Menurut Agustinus, tiap hari  PT. Laman Mining melakukan angkutan yang menjadi perusak lingkungan dan infrastruktur. “Kami meminta melakukan pencegahan perusakan ini sebelum terjadi sesuatu yang merugikan rakyat,” tegas Agustinus.

Di jalan yang dilalui armada PT Laman Mining banyak terdapat anak-anak yang rentan terhadap kecelakaan lalu lintas, terlebih siswa-siswa yang tiap hari beraktivitas melalui jalanan tersebut. “pandangan mata terhalang debu.Ini sangat berbahaya,” keluh Agustinus

Seharusnya, kata Agustinus,  PT. Laman Mining membuat jalan alternatif sendiri membangun jembatan tol supaya tidak terjadinya kecelakaan lalu-lintas.

“PT. Laman Mining hanya memikirkan kepentingan pribadi demi untuk memperkaya diri sendiri dan tidak memikirkan orang lain. Kami meminta kepada pemerintah untuk segera melakukan tindakan terhadap perusahaan PT. Laman Mining ini sebelum terjadi kecelakaan. Kami selaku penduduk sudah merasakan dampak dari debu-debu yang bertaburan ke rumah-rumah penduduk cat rumah pun pada berubah menjadi kuning serta tanam tumbuh yang kami tanam berubah warna menjadi kuning. Daun-daun yang biasanya kami gunakan untuk disayur sudah tidak bisa lagi yang digunakan seperti biasanya, air yang di dalam tong brubah mnjadi kuning akibat dari debu perusahaan. Jelas kami benar-benar dirugikan oleh PT. Laman Mining,” sesal Agus.

 

Ada Pembiaran?

Pemerintah setempat seperti camat sepertinya tidak mau tahu dan terkesan membiarkan warganya teracuni oleh debu dan terancam bahaya lalu lintas.

Amunisi melakukan investigasi ke lapangan menemukan kegiatan bongkar muat bauksit di pelabuhan Kuala Tolak yang cukup lumayan banyaknya dengan ponton yang bobotnya yang cukup besar ada dugaan barang tersebut dibawa kenegara asing. Asal usul dari bauksit diambilnya dari mana sudah tidak jelas.

Ditambahkan  Jumadi dari  LSM Laki kabupaten Ketapang yang meminta kepada pemerintah daerah dan provinsi untuk dapat mengecek terhadap perusahaan PT. Laman Mining langsung yang sudah dianggap merugikan masyarakat penduduk Desa Kuala Tolak ,

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *