Terpidana Ahyung Terkesan ‘Distimewakan’

  • Whatsapp
terdakwa-yuswan-alias-ahyung-beritaq-bangka
Ahyung (kanan). foto : ist

AMUNISINEWS.COM, PANGKALPINANG–Terpidana Ahyung alias Yuswan yang merupakan Bos Masajaya /Jagorawi Motor Pangkalpinang terkesan diduga diperlakukan agak di istimewakan oleh Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.

Kesan agak diistemewakan tersebut terlihat dari belum dieksekusinya  terpidana Ahyung ke Lapas Tua Tunu setelah dalam pengadilan banding di Pengadilan Tinggi Bangka Belitung, hakim Pengadilan Tinggi memutuskan ;

Pada 10 Agustus 2016 lalu Pengadilan Tinggi Babel memutuskan dan menguatkan banding pihak Kejati Babel dengan putusan PT Babel terhadap terdakwa Yuswan alias Ahyung kurungan badan tetap yakni dengan 14 bulan penjara dengan denda Rp 50 Juta.

Bilamana Ahyung tidak membayar maka harus menjalani pidana kurungan badan selama 3 bulan,mengabulkan banding pihak Kejaksaan mewajibkan terdakwa Yuswan alias Ahyung mengganti kerugian negara sebesar Rp.2.485.255.000.

Jika paling lama dalam 1 bulan sesudah putusan tidak dibayar maka harta bendanya akan disita oleh Jaksa dan disertai dengan penjara selama 1 tahun.

Bos besar  Masa Jaya Motor/ Jagorawi motor itu dinyatakan bersalah terlibat dalam kasus korupsi pembebasan tanah seluas 12.500M2 yang terletak di desa Beluluk, Pangkalan Baru,kabupaten Bangka Tengah  tahun 2009 senilai Rp 1.093.207.500 serta tukar guling lahan pramuka di desa Batubelubang dengan lahan milik Yuswan ( atas nama istri Ahyung Hok Dryani Tety Wijaya ). Tukar Guling terjadi pada Juli 2009.

Sementara itu pihak Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung saat di konfirmasi amunisinews.com terkait kapan pelaksanaan eksekusi terpidana Ahyung, baik Kajati Happy Hadiastuti ataupun Aspidsus Patris SH MH belum menjawab konfirmasi dari amunisinews.com sejak pagi tadi dilayangkan via pesan singkat..(man)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *