Tersangka Korupsi Kasus Taman Mandara Mulai Sidang In Absensia

  • Whatsapp

TAMAN MANDARA-2PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM:  Walau dalam kondisi masuk daftar pencarian orang (DPO) Akhirnya pimpinan PT Ayu Mustika Rizki dituntut ke persidangan pengadilan Tipikor kota Pangkalpinang. Beno disidang kemarin tanpa hadir (in absensia) di persidangan perdananya. Kepada majelis hakim yang diketuai oleh Rios Rahmanto, Beno didakwa oleh jaksa Mananda dalam perkara korupsi proyek Taman Mandara.

 

Perbuatan Beno  dijerat  dengan  pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 (1) ke 1 KUHP.
“Beno merupakan terdakwa ke 2 setelah terdakwa awal dulu Aldisyal Qomar (sudah diputus penjara). Kalau Aldisyal Qomar itu dari pihak BLHD Pemkot Pangkalpinang, kini pelaksana proyek dari PT  Ayu Mustika Rizki, si Beno. Tetapi kan Beno ternyata kabur sejak dimulainya penyidikan lalu itu. Saat  itu kita tetap berprasangka baik tetapi tetap tak diacuhkan, maka dari itu kita lakukan sidang walau terdakwa tak hadir,” kata Mananda kemarin.
Ketidak hadiran terdakwa menurutnya justeru memperlemah posisi terdakwa sendiri di hadapan hukum. Dimana terdakwa tidak berani membertanggung jawabkan perbuatanya, dan justeru lari dari persoalan. “Kita selaku penuntut justeru diuntungkan bila terdakwa tak melakukan pembelaan. Kita dalam menuntut tidak bisa memberikan pertimbangan-pertimbangan yang meringankan karena terdakwa tak kooperatif,” sebutnya.
Dalam dakwaanya  rincian item yang  dimark up meliputi:  volume  pekerjaan kontruksi/bangunan pedestrian, jogging track, gazebo dan pekerjaan 2 unit WC dan pekerjaan pengadaan tanaman dan pohon. Selain itu juga jaksa mempersoalkan sejumlah pencairan dana perawatan yang dicairkan pada saat pembayaran termin kedua.
Kasus ini sendiri mulai dilakukan penyidikan  tepat pada peringatan hari anti korupsi sedunia tanggal 9 Desember 2014. Dalam proyek senilai Rp 2,7 Milyar milik  badan lingkungan hidup daerah (BLHD) Pemkot kota Pangkalpinang negara  telah dirugikan senilai kurang lebih Rp 600 Juta. Sementara itu Aldisyal Qomar hingga saat ini sudah diputus bersalah dan mendekam di penjara Tuatunu Pangkalpinang oleh majelis hakim…(gei)

Pos terkait