‘Tersengat’ Lampu Tenaga Surya, Imran Yunus Kades Sempan :  Jangan Diberitakan Dululah

Oleh Herman Saleh

SUNGAILIAT,BANGKA, AMUNISINEWS.CO.ID–Gencarnya penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan Lampu Tenaga Surya di beberapa Desa di Kabupaten Bangka oleh Pidsus Kejaksaan Negeri Bangka yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pidana Khusus ( Kasi Pidsus) Aditia Sulaiman, membuat Imran Yunus alias Boim belum mau bicara atau dengan kata lain meminta media untuk tidak memberitakannya dulu.

Hal itu terjadi saat Amunisi News dan Deteksionline.com  mencoba konfirmasi langsung ke Desa Sempan tadi pagi, Senin (3/9), Imran Yunus meminta untuk jangan diberitakan dulu lah,

“Jjangan ditulis dululah,” pesan Imran Yunus melalui telepon pada Senin(3/9).

Tak cuma itu saja, Imran Yunus juga sempat berpesan, belum waktunya untuk bicara. ” belum waktunya untuk bicara,” tambahnya

Imran Yunus mengaku masih ada kerjaan di Pangkalpinang, jadi hari ini saya ada di Pangkalpinang,

“Saya ada di Pangkalpinang,” ujarnya.

Sementara itu Kasi Pidana Khusus Aditya Sulaiman saat di konfirmasi beberapa media mengaku, dalam kasus pengadaan Listrik Tenaga Surya ini, pihaknya sudah memanggil sejumlah Kades beserta perangkatnya termasuk Camat, Sekcam serta Dinsospemdes.

“Benar kita sedang dalam tahap penyelidikan kasus pengadaan lampu tenaga surya di desa-desa se kabupaten Bangka,” kata Aditya, Selasa (21/8), (diambil dari berita media lokal)

Dalam kasus ini kata Aditya, Kejaksaan sedang melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan data,

“Kita sedang melakukan pendalaman dan penyelidikan,” jelasnya

Aditya menambahkan, pihaknya juga sudah memanggil sejumlah pegawai Dinsospemdes guna dimintai keterangan terkait hal tersebut.

Untuk itu, jika nantinya terbukti, pihaknya ingin mencari aktor utama dalam proyek pengadaan lampu tenaga surya ini, “kita mau mencari siapa pemain utamanya,” masih kata Aditya.

Saat ditanyakan desa mana saja yang ikut melakukan pengadaan lampu Tenaga Surya ini, Aditya katakan banyak seperti kecamatan Pemali yang mana semua desa daerah itu mengadakan proyek tersebut ‎dan seluruh Kadesnya sudah dimintai keterangan oleh penyidik,

“Beberapa kades sudah diminta keterangan,” ujarnya lagi.

Benerapa Desa di Kecamatan Puding Besar dan sebagian Desa di Kecamatan Mendobarat juga sudah dimintai keterangan terkait hal itu‎,

“Nanti akan menyusul desa desa di kecamatan lainnya,” katanya.

Ditanyakan mengenai pemborong yang mengerjakan Lampu Tenaga Surya ini,  ia mengaku sebagian desa memasang dan sebagiannya tidak. Sebagaimana diketahui jumlah desa di Kabupaten Bangka ada sebanyak 62 desa. “Sebagian desa ada pasang, ada yang tidak. (Puluhan) Iya,” pungkasnya

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *