Thoriq Mahmud: Wahai para Pejabat Negara, Urungkan Niat Korupsi!

  • Whatsapp

Oleh: Budi Setiawan

M Thoriq Mahmud
M Thoriq Mahmud

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM –  Korupsi sudah bukan barang yang tabu di kalangan Penyelenggara Negara dan banyak para pejabat negara yang terseret dan tertangkap oleh lembaga Anti korupasi KPK. Kapan bangsa Indonesia bebas dari korupsi?

“Kalau para pejabat negara sadar, dan mempunyai integritas yang tinggi dan mental yang kuat untuk tidak melakukan korupsi, barang tentu bangsa kita akan maju dan rakyatnya akan sejahtera adil dan makmur,” Ketua MPW (Majelis Pimpinan Wilayah) Pemuda Pancasila DKI Jakarta, H.Thoriq Mahmud, SH kepada Amunisinews.com, Rabu (2/11) di Jakarta.

Menurut H Thoriq Mahmud, para oknum pejabat kita masih suka  merampok uang rakyat, baik dari uang APBN dan APBD dan kasus suap menyuap. “Kondisi ini sangat disayangkankelakuan buruk itu juetru  untuk dapat memperkayai diri sendiri dan untuk kepentingan kelompoknya, maka dari itu kami minta pejabat harus  sadar  dan jangan terbawa hawa nafsu,” tegasnya.

Para oknum Pejabat Negara yang dimaksud Thorig antara lain  dari bupati, walikota, gubernur, politisi, praktisi, hukum. Dari profesi ini sudah banyak yang terjerat di balik jeruji KPK.

Ditegaskan kasus korupsi tidak akan selesai begitu saja tetapi harus betul-betul ada kesadaran penuh atas mental dari para pejabat itu sendiri. “Dibenak hatinya untuk tidak melakukan korupsi,” tandasnya.

“Saya orang yang paling awal meneriakan anti korupsi  beberapa tahun lalu, beranjak dari ‘GEPAK’ (Gerakan Pemuda Anti Korupsi) melakukan action dimana-mana agar Koruptor Di Hukum Mati.  Artinya agar para koruptor mempunyai efek jera untuk tidak melakukan korupsim,” tegasnya.

“Sekarang kita lihat buka mata lebar-lebar para pelaku koruptor di epublik ini dituntut ringan. Ada yang menjalani dibawah 5 tahun ke bawah dan seharusnya pelaku koruptor di hukum minimal seumur hidup.,” katanya lagi.

Thoriq berharap ke depan para penyelenggara negara ini sudahi, hentikan tindakan korupsi.

 

 

 

editor: maliki hd

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *