Tiang Pancang Dermaga Ini Dipasang Seadanya, Apakah Kuat?

  • Whatsapp

 

Oleh Herman Saleh

BELITUNG,BABEL,AMUNISINEWS.CO.ID-Proses pemasangan tiang pancang untuk sebuah dermaga yang mempunyai arus yang kuat serta gelombang yang besar semestinya wajib menggunakan sistem Hammer.

Karena proses pemasangan tiang pancang dengan sistem Hammer ini dapat memberikan tekanan beban beroperasi pada bagian ujung tiang dengan cara menjatuhkan beban ke tiang pancang seperti dipukul, dilakukan berulang ulang hingga penetrasi tiang pancang sudah maksimum memasuki tanah yang keras.

Namun berdasarkan pantauan dilapangan pada Senin ( 22/10/2018) ditemukan pemasangan tiang pancang sebuah Dermaga milik Dinas Perikanan Kabupaten Belitung dengan ukuran lebar Dermaga 3 Meter dan Panjang Dermaga 8 Meter serta panjang tiang pancang sesudah di cetak itu 4 meter, masih dilakukan menggunakan sistem tradisional, terlihat beberapa tukang bangunan sedang menurunkan tiang pancang kedalam Laut dan menancapkannya kedasar laut dengan memasang selang semprotan diujung tiang pancang tersebut.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) Slamet S ST mengakui bahwa tiang pancang proyek Dermaga milik dinasnya itu dipasang dengan sistem tradisional, dengan alasan dana untuk proyek itu terlalu kecil sedangkan kalau menyewa alat Hammer harga mahal,

“Memang pak kami pasang secara tradisional, karena kalau menyewa hammer biayanya sewanya mahal dan tanah disini cukup keras kok”, katanya saat menemani wartawan investigasi lapangan di proyek Dermaga itu, Rabu (24/10.

Saat disinggung sewaktu proses penawaran lelang proyek itu apakah harus memakai dukungan dari pabrik tiang pancang, Slamet mengelak itu adalah domennya LPSE,

” itu bagian LPSE pak”, katanya lagi.

Selain kejanggalan dalam pemasangan tiang pancang, ditemukan juga kejanggalan anyaman besi dak lantai beton, jaraknya terlalu jarang ( lebih kurang terpasang berjarak 20 cm sampai dengan 25 cm) dimana semestinya minimal dalam jarak 10 cintemeter dalam satu ruas anyaman besi diameter 10 mm.

Tetapi Slamet didampingi Niftah selaku konsultan tehnik proyek dermaga itu akan menambah besi anyaman tersebut setelah pemasangan yang lainnya selesai, tetapi apakah mungkin pada barisan lapisan bawahnya juga akan ditambah dan disusun rapi lagi karena sudah ditata dengan maksimal dan padahal waktu pelaksanaan pekerjaan itu sudah mepet,

“Akan ditambah lagi pak, kita kerjakan yang ujung dulu baru kita susun lagi anyaman besinya”, dijelaskan Slamet lagi.

Berdasarkan Papan Nama yang terpasang, proyek pembangunan Dermaga Tambat Labuh itu milik Dinas Perikanan Kabupaten Belitung dan dikerjakan rekanan dari CV.Amanah Bunda dengan pagu dana Rp.481.248.785,00.- dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender dan tanggal kontrak tanggal 22 Juni 2018.

 

Pos terkait