Tidak Ada Pungli di SDN Harapan Baru III Kota Bekasi

  • Whatsapp

Oleh Rukmana Fadly

BEKASI, AMUNISINEWS.CO.ID-  Memenuhi hak koreksi, hak jawab narasumber, media amunisinews.co.id mendatangi SDN Harapan Baru III Kota Bekasi dan bertemu langsung dengan Kepala Sekolah Rita Yulia Ramdani dan Jaka Priyatna,Ketua Komite SDN Harapan Baru III Kota Bekasi. Dalam pertemuan tersebut,pihak sekolah membantah adanya pungli di Sekolah Dasar Negeri III Harapan Baru Kota BekasiBekasi.

Menurut Jaka, kegiatan outing class yang direncanakan pada Senin 15/10/18 mendatang adalah hasil daripada musyawarah mufakat para orang tua murid,katanya Sabtu 13/10/18 di ruang guru SDN III Harapan Baru Kota Bekasi.

“Tidak ada pungli di SDN Harapan Baru III,kegiatan outing class adalah kesepakatan para orang tua murid dan merupakan kegiatan belajar diluar sekolah,saya harap semua pihak tidak membuat isu yang aneh-aneh tentang kegiatan outing class,jika ada yang kurang mengerti silakan temui saya untuk mendapatkan informasi yang benar,”tandas Jaka Supriyatna

Sementara itu Rita Yulia Ramdani Kepsek SDN Harba III Kota Bekasi dan Aditya,C sekretaris Komite Sekolah turut menerangkan bahwa setiap mereka mengadakan kegiatan sekolah,selalu dirapatkan dengan seluruh orang tua murid dan hasilnya disosialisasikan oleh koordinator kelas (korlas)

“Namun kami juga minta maaf jika ada perkataan ibu-ibu korlas yang kurang berkenan,”terangnya.

Terkait dugaan pungli biaya outing class,Rita dan Komite Sekolah membenarkan adanya biaya sebesar Rp:390 ribu/siswa atau/wali murid,namun ini semua hasil musyawarah orang tua murid.

“Kami hanya ingin anak didik kami mendapatkan pelajaran yang maksimal,berkualitas dan terbaik,dan untuk kegiatan outing class ini tidak ada paksaan kepada orang tua murid,bahkan,kami memberikan jatah free 1 orang pada setiap kelas,ini diperuntukan bagi mereka yang benar benar tidak mampu atau yatim,”ungkap Rita.

Perpres no:87 th 2016 menjadi blunder bagi para kepala sekolah,dengan perpres tersebut banyak sekolah yang memilih pasif dalam kegiatan extra kurikuler karena berbenturan dengan biaya,ada baiknya perpres pungli itu dikaji kembali penerapannya,jangan sampai dunia pendidikan pasif dalam hal kegiatan extra kurikuler

Pos terkait