Tiga Hari Lalu Ahyung Dieksekusi ke Lapas

  • Whatsapp
IMG-20170207-WA0025
Ahyung

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM—Lolos dari pantauan Media, Ahyung alias Yuswan yang merupakan terpidana kasus korupsi Tukar Guling Tanah Pramuka Bangka Belitung yang merugikan Negara Rp.2.485.255.000,- ternyata sudah di eksekusi ke Lapas Kelas IIA Tua Tunu  Pangkalpinang Bangka Belitung pada Jumat (3/2/2017) sekira jam 14.00 oleh Jaksa Penuntut Umum Izhar SH dari Kejaksaan Negeri Bangka Tengah atas perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Happy Hadiastuti,SH, CN.

Eksekusi terpidana Ahyung  sudah dibenarkan oleh Kepala Kejaksaan  Negeri Bangka Tengah Dodi Putra Alpian SH saat dikonfirmasi via telepon oleh wartawan pada Selasa siang (7/2/2017) di Pangkalpinang,

” Iya pak, Ahyung sudah di eksekusi pada Jumat (3/2/2017) setelah selesai sholat Jumat oleh pak JPU,” jawab Kajari Bangka Tengah.

Kepala Lapas Kelas II A  Tua Tunu Pangkalpinang juga membenarkan bahwa Ahyung sudah diterima di Lapas pada Jumat (3/2/2017)

“Kami menerima terpidana Ahyung pada hari Jumat (3/2/2017) setelah selesai sholat Jumat. Terpidana Ahyung diantar oleh Jaksa Penuntut Umum Izhar SH dalam keadaan sehat dengan membawa berita acara eksekusi. Terpidana Ahyung ini tergolong tindak pidana korupsi, dan saat ini terpidana Ahyung ditempatkan di Sel Masa Pengenalan Lingkungan,” jelas Kalapas Destri pada Selasa (7/2/2017) sore hari.

Destri juga katakan, kesehatan terpidana Ahyung sangat bagus saat diterima di Lapas.

“Rekam medisnya bagus saat diterima di Lapas. Rekam medisnya sudah kita periksa,” katanya.

Kalapas juga sampaikan bahwa Ahyung saat ini ditempatkan di sel Pembinaan.

” Saat ini tahap pembinaan, pertama masuk kita tempatkan di Sel Pengenalan Lingkungan dulu dan baru setelah itu baru kita masukkan ke block nya, untuk terpidana korupsi kita satukan dengan Block terpidana korupsi yang sudah duluan masuk,” tambahnya.

Eksekusi Ahyung ini memang ditunggu tunggu oleh para pewarta, karena dengan alasan Ahyung terserang sakit, sejak putusan hukum Ahyung dinyatakan inkrah oleh Hakim Pengadilan Tinggi Bangka Belitung pada 5 September 2016 yang lalu, baru Jumat (3/2/2017) kemarin berhasil di eksekusi setelah lebih kurang 4 bulan lamanya.

Diketahui sebelumnya

Ahyung dinyatakan bersalah terlibat dalam kasus korupsi pembebasan tanah seluas 12.500M2 yang terletak di desa Beluluk, Pangkalan Baru,kabupaten Bangka Tengah  tahun 2009 senilai Rp 1.093.207.500 serta tukar guling lahan pramuka di desa Batu Belubang dengan lahan milik Ahyung alias Yuswan ( atas nama istri Ahyung Hok Dryani Tety Wijaya ). Tukar Guling terjadi pada Juli 2009.

Dinyatakan bersalah, Jaksa menjerat Yuswan alias Cong Nyuk Hiung alias Ahyung dengan pidana pasal 3 jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang – undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Alhasil, dalam putusan banding Hakim Pengadilan Tinggi Bangka Belitung pada 5 September 2016 tersebut, terpidana Ahyung dinyatakan bersalah dan merugikan keuangan Negara dengan dijatuhi hukuman penjara selama 14 bulan penjara.

Tidak hanya kurungan badan, Ahyung juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 50 Juta. Bilamana Ahyung tidak membayar maka harus menjalani pidana kurungan badan selama 3 bulan.

Bahkan juga Ahyung diwajibkan mengganti kerugian negara sebesar Rp.2.485.255.000. Jika paling lama dalam 1 bulan sesudah putusan tidak dibayar maka harta bendanya akan disita oleh Jaksa dan disertai dengan penjara selama 1 tahun.(herman)

Pos terkait