Tim Covid19 Tual Siapkan Tempat Karantina

  • Whatsapp

Oleh Jecko Putnarubun

TUAL, AMUNISINEWSCO.ID – Tim Covid-19 Kota Tual, melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah menyiapkan fasilitas Karantina bagi warga masyarakat Pelaku Perjalanan (PP) sebagai upaya Pemerintah Kota Tual dalam mencegah penyebaran Virus Corona.

Berdasarkan data yang diperoleh jumlah Pelaku Perjalanan (PP) terhitung 21 Maret hingga 14 April 2020, sebanyak 2.483 orang yang di karantina diberbagai lokasi yang sudah ditentukan oleh tim gugus Covid-19, dan semua biayanya ditanggung oleh Pemerintah Kota Tual.

Hal ini dikatakan oleh Juru Bicara Tim Covid-19 Kota Tual, Moksen Ohoiyuf kepada media Amunisinews, selasa (14/4/2020).

Moksen Ohoiyuf selaku Juru bicara Tim Covid-19 Kota Tual, mengatakan, bahwa semua proses Karantina menjadi tanggung jawab sepenuhnya Tim gugus Covid-19, dan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yakni bagi mereka yang dikarantinakan kurang lebih selama 14 hari.

“Untuk itu, proses Karantina tersebut pelaku perjalanan sudah ada yang dipulangkan setelah masa karantina berakhir, ada juga yang disarankan untuk mengikuti proses karantina mandiri selama 14 hari dan tetap dalam pengawasan oleh tim maupun masyarakat sekitar,“ ujarnya.

Lebih lanjut, Moksen Ohoiyuf, menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu patuh dengan himbauan yang sudah disampaikan oleh Tim Gugus Covid-19 agar selalu menjaga jarak komunikasi dan selalu menggunakan masker serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Bapak Wali Kota Tual Adam Rahayaan, selalu meminta agar masyarakat patuhi arahan tim dalam menjaga komunikasi dan jangan percaya informasi-informasi hoax, selain itu harus selalu mewaspadai diri serta berdoa kepada Tuhan agar Kota Tual dijauhkan dari virus tersebut,” bebernya.

Oleh karena itu, sabagai Pelaku Perjalanan dengan menggunakan jasa transportasi Kapal Laut, kemungkinan besar pada tanggal 14 April, adalah pelayaran terakhir sesuai dengan Surat Persetujuan Bersama antara Wali Kota Tual dan Bupati Maluku Tenggara, dengan Nomor : 55.2.1/2.221/SETDA, dan Nomor : 552.1/900, tentang penghentian sementara pelayaran, kapal penumpang PT. Pelni dan PT. ASDP, pada kedua wilayah tersebut.

Pos terkait