Tim Hukum Terdakwa Hadirkan Saksi Ahli Pidana dan Telematika

OLeh, Aston Darwin

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID –  Sidang kasus judi On – line atas nama terdakwa Aristhakus Randi alias Andi, Vicky Armando dan terdakwa Merry Andrian, kembali dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Ahli. Sayang, saksi Ahli yang hendak dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Fedrik Adhar, SH, ternyata tidak bisa hadir.

Jaksa Penuntut Umum ( JPU ), Fedrik Adhar, SH, memohon agar keterangan saksi Ahli yang ada didalam berkas BAP tersebut, dibacakan saja. Namun, Majelis Hakim menolak dan memerintahkan agar Jaksa Penuntut Umum ( JPU ), melakukan pemanggilan saksi Ahli tersebut, untuk yang ke -3 kalinya.
Kendati demikian, proses persidangan terhadap terdakwa Aristhakus Randi alias Andi, Vicky Armando dan terdakwa Merry Andrian, tetap dilanjutkan. Pasalnya, Tim Penasehat Hukum terdakwa, sudah mempersiapkan 2 saksi Ahli bagi ke -3 Kliennya. Dalam keterangan saksi Dr. Eva Achjani Zulfa, SH.,MH, yang merupakan Ahli Hukum Pidana itu mengatakan, bahwa pelaku tindak pidana, khususnya terkait penyertaan, para pelaku harus memiliki pengetahuan atas tindak pidana yang ia lakukan. Saksi Dr. Eva Achjani Zulfa, SH.,MH, juga mengatakan, para pelaku tindak pidana tersebut, seharusnya diperiksa terlebih dahulu untuk membuktikan unsur pidana yang dituduhkan kepada ke -3 terdakwa. Selain itu, seorang penyidik yang melakukan pemeriksaan dan memberikan kesaksian hanya berdasarkan keterangan seorang tersangka, bukanlah merupakan saksi yang patut untuk didengar. Karena, keterangannya itu, dianggap tidak memenuhi kualifikasi sebagaimana yang diatur dalam Kitab Undang – undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Sementara itu, menurut keterangan Dr. Solichul Huda, M.Kom, yang merupakan saksi Ahli dalam bidang Telematika dan telekomunikasi itu mengatakan, mengenai kriteria barang – bukti digital sebagai mana yang diatur dalam undang – undang ITE menyebutkan,  Bahwa barang – bukti digital tersebut, haruslah dijamin keutuhan dan keasliannya sebelum dibawa ke laboratorium forensik. Saksi Dr. Solichul Huda, M.Kom juga mengatakan, saat hendak penyerahan barang – bukti, sudah seharusnya disaksikan oleh ke 2 belah pihak. Yakni, pihak penyidik dan tersangka. Hal ini dimaksudkan, untuk menghindari bukti penyangkalan dikemudian hari. Oleh karena itu, keberadaan seorang saksi, sangatlah vital untuk dapat mendukung bukti digital. Ucap saksi Dr. Solichul Huda, M.Kom, dihadapan persidangan.

Kamis, 3 Maret 3019, pukul 19.19 Wib, dihadapan Majelis Hakim, terdakwa Vicky Armando mengatakan, bahwa pekerjaannya adalah sebagai supir pribadi. Saat diperiksa penyidik, ia memang diperlihatkan berupa akun. Sementara itu, menurut terdakwa Aristarkhus Randi alias Andi mengatakan bahwa ia bekerja sebagai Agen judi On – line yang dipimpin oleh saudara Kevin alias Kaka. Adapun gaji yang diterima perbulannya adalah sebesar Rp. 10.000.000.
Terdakwa Aristarkhus Randi alias Andi juga mengatakan bahwa dirinya pernah diajak oleh saudara Kevin alias Kaka ke Manado untuk arisan judi On – line. Menurut keterangan terdakwa Merry Andrian mengatakan bahwa dirinya pergi ke Manado untuk mencari kerja sebagai Sales Promotion. Selama di Manado, ia tinggal disalah- satu perumahan. Setelah 3 hari, ia pun ditangkap polisi.
Hakim ketua Drs. Tugiyanto BC, IP, SH.,MH yang didampingi hakim anggota Firman, SH dan Agung Purbantoro, SH.,MH mengatakan untuk mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum ( JPU ), sidang akan dibuka dan dilanjutkan kembali setelah 1 minggu kedepan.

 

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *