Tragis, Usai Jalani Sidang Perdana Hendra Kusama Digelandang ke Lapas Tua Tunu

  • Whatsapp

IMG-20170413-WA0006

PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.COM-Nasib seseorang memang tidak bisa diduga oleh manusia, seperti kejadian yang menimpa DR.dr Hendra Kusuma, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di zaman Gubernur Eko Maulana Ali (Almarhum).

Hendra terseret kasus korupsi Alat Alat Kesehatan RSUD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Tahun Anggaran 2012 yang berlokasi di Desa Air Anyir kecamatan Merawang kabupaten Bangka.

Tiba tiba dengan tidak diduga dan disangka sangka, saat menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan, pada Rabu siang (12/4) Ketua Mejelis Hakim yang dipimpim oleh Siti Hajar Siregar, SH memerintah kepada Jaksa Penuntut Umum untuk menahan DR. Hendra Kusuma di Lapas Tua Tunu sejak hari ini.

Padahal selama proses penyidikan walau sudah menyandang status tersangka, Hendra Kusuma tidak pernah ditahan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.

Selain menyeret dr. Hendra, dalam kasus korupsi Alkes itu juga melibatkan Herman Abdullah selaku Kasubbag Keuangan Dinkes Babel, yang juga berperan sebagai PPTK Pengadaan Alkes RSUP Ir Soekarni Tahap 1 Tahun 2011 lalu.
Saat iru DR.Hendra selaku Pejabat Pengguna Anggaran (PPA), merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dalam perkara ini ditahan oleh hakim Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, yang diketuai oleh Siti Hajar Siregar usai disidang.

Dalam persidangan, jaksa telah membacakan dakwaan tentang para terdakwa sudah terlihat korupsi Pengadaan Alat-Alat Kesehatan Tahun 2011 Tahap 1 senilai Rp 17.516.466.900, untuk Rumah Sakit Umum Provinsi Bangka Belitung di desa Air Anyir.

Penuntut umum menilai, para terdakwa terbukti melawan hukum dimana telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Kerugian negara dalam perkara ini ditaksir JPU kurang lebih Rp 3.812.500.000.

Adapun item barang yang dikorupsi tersebut berupa barang CT-Scan 64 Slide Merk Philips Type Ingenuity. Bagi jaksa perbuatan para terdakwa ini telah menyebabkan kerugian negara, tepatnya telah memperkaya Azwar Agus selaku direktur CV Telomoyo.

Para terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Juncto Pasal 18 UURI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UURI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UURI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

dr. Hendra ketika mendatangi pengadilan tidak berani keluar dari mobil pribadinya, dan hanya bersembunyi di dalam mobil bersama istri dan sopirnya.

Mobil Kijang LSX berwarna abu-abu dengan nomor polisi BN 1713 TN milik pribadi dr. Hendra, terparkir di halaman di parkir kantor Pengadilan dalam keadaan mesin dihidupkan.

DR. Hendra diduga tidak berani keluar dari mobilnya, lantaran takut dicecar pertanyaan oleh wartawan yang sudah siap menunggunya ditempat parkiran Pengadilan Tipikor Pangkalpinang.

Namun, mobil kijang itu langsung melesat pergi dan rupanya parkir di samping pos Satpam di sebelah Gedung Hamidah Pangkalpinang.

Amunisinews terus mengejar dr. Hendra untuk memperoleh keterangan tentang penahanan itu, namun upaya itu gagal.
dr Hendra enggan berkomentar dan memilih bungkam saat jurnalis mendekati dirinya.

Salah seorang jaksa Kejati Babel,  yang sempat ditemui amunisinews.com mengaku tidak mengetahui alasan tidak ditahannya dr. Hendra oleh penyidik kejaksaan.

“Maaf, ya? Kita tidak tahu mengapa tidak ditahan. Silahkan tanya langsung kepada pimpinan kita,” kilahnya.(herman)

Pos terkait