UMSIDA Gelar Diskusi Pengembangan UMKM dan IKM

  • Whatsapp

Oleh Tama

SIDOARJO , AMUNISINEWS.CO.ID – Usaha Mikro Kecil dan Menengah di lima kabupaten /kota di Jawa Timur,dibedah dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang menghadiri oleh Pakar Sumber Daya Manusia,Prof.Dr.H.Jusuf Iriyanto,Drs.,M.Com,dari Universitas Airlangga.Rabu (26/9/2018) di Kampus 2 Uneversitas Muhammadiyah Jl.Raya Gelam 250 Candi Sidoarjo ,dihadapan 25 undangan yang hadir.

Dr.Isnaini Rodiyah.M.Si selaku ketua tim peneliti dalam paparannya mengatakan,salah satu temuan dari penelitian  adalah rendahnya tingkat kemitraan antara UMKM yang berdaya saing dengan pihak lain,baik dari swasta maupun pemerintah.

Penelitian bertajuk Clustering model meningkatan kualitas produk UMKM yang berdaya saing dengan mengintegrasikan technology content dan quadruple helix tersebut juga diketahui bahwa tingkat pengaruh technology content terhadap kualitas produk dan daya saing UMKM menunjukan indeks kategori baik.

Prof.Jusuf Irianto dalam paparannya menerangkan,luaran dari penelitian inti hendaknya menjadi bekal bagi pemerintah melalui dinas yang relevan.Untuk melakukan pemberdayaan UMKM maupun IKM.Bila IKM sudah punya kinerja yang baik ,maka untuk didorong menjadi besar dan punya daya saing akan lebih mudah.

‘’Semakin tingginya kesadaran serta tuntutan konsumen akan produk yang berkualitas,maka mau tidak mau UMKM,UKM,maupun IKM wajib berbenah agar punya kualitas dan daya saing yang tinggi.Terlebih sekarang konsumen bisa memeperoleh produk dari luar negeri,” ungkapnya.

Wiwik Sulistiyowati ST.MT yang didampingi Poppy Febriana,S.Sos,M.Med.Kom anggota tim peneliti menambahkan kepada Amunisi bahwa sekarang ini UMKM itu seperti masih berjalan sendiri-sendiri. “Jadi mereka dari sisi akses apapun itu susah,lebih lagi mereka kalau butuh modal dia tidak tahu bagaimana mencari kemana untuk mendapatkan modal.Padahal saat ini dari pemerintah sudah KUR dari BRI,Bank Jatim dan lain sebagainya.Bahkan dari dinas perdagangan sendiripun ada modal tanpa agunan cuma kurangnya informasi tidak sampai ke mereka kurang akes ,”pungkas Wiwik.

‘’Yang menjadi kendala bidikan kita sebenarnya bukan UMKM nya, tetapi pada entitas yang mempengaruhi dari proses kualitas produk kita sampaikan ke dinas .Kita bisa mengetahui kondisi UMKM dengan ambil hasil penelitian yakni di 5 daerah dengan lokasi,Sidoarjo,Pasuruan Mojokerto,Surabaya dan kota Malang. Hasil seluruh kemitraannya nilai dibawa 1-2 kurang baik,” terang Wiwik.

“Kedepan karena kita diskusi dengan orang Fisip kita akan memberikan rekomendasi kebijakan, bahwa begini lo keadaan UMKM,bukan tepat saran dan ini lebih kepada kedekatan dinas terkait,” tegasnya.

Sementara salah satu peserta yang hadir Didik Mandor Chips mengatakan, kami datang disini bersama sama dengan anggota asmaminda yang merupakan kependekaan dr Asosiasi Makanan dan minuman Sidoarjo.Berkantor di Bluru Resident 2 blok BA/1 Bluru Kidul.Diketuai oleh Bpk Sulaihan Spd yang beranggotakan 80 orang.Saat ini yang hadir disini 12 orang.

“Harapan kami ikut kegiatan ini supaya produk mamin dapat  tercluster dengan baik sehingga kualitas produk UMKM dapat bersaing di pasaran.Karena Asmaminda merupakan asosiasi makanan minuman yang ada di Sidoarjo.Kami menyambut baik diadakannya acara ini, sistem cluster dalam peningkatan kualitas kami akan menjadi tahu mana hal yang perlu diperbaiki mana yang perlu dipertahankan untuk mampu bersaing di pasar ritel maupun online,” kata Didik.

 

 

Pos terkait