UPT Puskesmas Kec.Jawilan, Bentuk Desa Siaga Aktif Mandiri

  • Whatsapp

Oleh : Yadi

SERANG, AMUNISINEWS. CO.ID:-Dalam upaya meminimalisir angka kematian ibu dan bayi di wilayah Kec. Jawilan Kab.Serang -Prov.Banten. Petugas Kesehatan dari UPT Kec.Jawilan terus bersinergi dan jemput pola dengan mendatangi Desa desa di lingkup Kec.Jawilan. Disatu Desa adalah Desa Junti, dengan Tema “Jadikan Desa Junti Menjadi Desa Siaga Aktif Mandiri Tahun 2018” Sabtu, (16/05/2018).
Dalam acara, hadir dokter umum Fungsional puskesmas Jawilan dr Osi, Pelaksana Promkes Aldi Nurfandi, Bidan puskesmas Kec.Jawilan Komariah, Bidan desa Junti Novi, Staf desa Junti Aceng, para Kader Posyandu serta perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat Desa Junti.

Menurut Bidan Puskesmas Kec.Jawilan Komariah katakan, salasatu tujuan dibentuknya Desa Siaga untuk meminimalisir angka kematian Ibu dan Bayi, bila ada warga yang sakit segera dibawa ke  Dokter untuk segera di obati, sehingga ada upaya pencegahan dan penanggulangannya. Ini adalah upaya desa prefentif dan promotif.
Salasatu kendala dalam Program penuntasan Program Desa Siaga adalah merubah Prilaku Masyarakat yang masih di rasa sulit dan itu harus dari diri sendiri, contohnya adalah Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), ujarnya

Selanjutnya Dokter Umum Fungsional Puskesmas Jawilan Dr Osi menambahkan. Dengan adanya Desa Siaga pengetahuan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat akan mudah didapat dan Tingkat kematian ibu dan bayi bisa di tekan mengingat angka kematian Ibu dan Bayi di Kab.Serang masih tergolong tinggi, saya berharap Desa Siaga di Desa Junti nantinya masyarakat akan tau, peduli tentang kesehatan dan paham cara penanggulangannya.

Upaya Desa Promotif dan Refrentif kita upayakan dan kita dorong agar masyarakat di kab.Serang menjadi lebih peduli dalam bidang kesehatan, kalau semua desa sudah menjadi desa siaga otomatis banyak manfaatnya, angka kematian ibu dan bayi juga mudah mudahan bisa turun.tambahnya.

Dalam sesi tanya jawab, Masyarakat mengeluhkan ketidak hadiran Kades Junti Suba’I, karena ia yang menjadi ujung tombak kebijakan dan bisa mengambil keputusan malah tidak hadir, ujar warga.

 

editor: maliki hd

 

 

 

Pos terkait