Usut Tuntas Persekusi Terhadap Akhiang di Pontianak

  • Whatsapp

Oleh Sudijanto

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Mantan Kapolda Kalbar yang kini anggota Komisi III DPRRI Irjen(Purn) Erwin TPL Tobing dan ketua umum seknas KPPJustitia Chandra Kirana tinjau langsung dan menemui korban pengeroyokan dan penganiayaan, bermotif SARA.

Korban Akhiang divisum ulang di RS. Bhayangkara, untuk kepentingan Pengadilan yang sebelumnya hanya divisum di Puskesmas

Menurut Erwin TPL Tobing,  hal.ini harus diusut tuntas dan diproses dengan hukum yang berlaku. Kalau tidak tuntas bisa berdampak preseden buruk terhadap hukum.

Chandra Kirana menambahkan bahwa Negara ini negara hukum. “Jangan main hakim sendiri dan hukum berlaku untuk semuanya juga tidak ada yang kebal hukum,” tegasnya meminta  agar kasus ini harus dituntaskan sesuai hukum yang berlaku.

Menurut saksi mata Lily Soeryanti (isteri korban)  sekira pukul 10.15 wib datang kelompok Jampang CS mengetok pintu rumah Akhiang dan dibukakan oleh anak Akhiang.

Setelah pintu terbuka kelompok Jampang CS meminta agar Akhiang keluar dari rumah untuk mengklarifikasikan mengenai kata-kata yang di tuliskannya di facebook. Setelah Akhiang keluar pintu rumah ditutup dan terjadilah aksi penganiayaan tersebut.

Menurut saksi , akun Facebook An.Achiang tersebut bukan milik.Akhiang. “Lihat saja foto yang beredar tidak mirip dengan korban.” jelas Lily

Akibat penganiayaan, Akhiang mengalami memar di bagian muka dan luka sobek di bagian kepala yang diduga akibat dari benda tumpul dan korban dibawa keluarga ke RS Kartika Eka Bhakti Pontianak.

Senada dengan  Erwin TPL Tobing, Chandra Kirana mengatakan jangan buat isue-isue yang tidak jelas sehubungan kejadian ini, percayakan pada jajaran kepolisian Kalimantan Barat untuk  mengusut tuntas motif di balik penganiayaan yang nyaris menewaskan Akhiang. “Negara kita adalah negara hukum, tidak dibenarkan main hakim sendiri ” tegas Chandra.

Sampai berita ini diturunkan, kasus penganiayaan terhadap korban Akhiang, masih dilakukan penyelidikan oleh Reskrim Polsek Sungai Raya. Korban nelapor ke Polsek Sungai Raya Tanda Buktri Lapor : TBL/82/IV/2018/KALBAR-RESTA PTK/SEK SUNGAI RAYA, tertanggal tangal 1 Mei 2018.

Pos terkait