Wacana Provinsi Khusus, Pokok Pembicaraan Bupati H. Hamid Rizal Pada HUT ke-18 Natuna

Oleh Jamilus

IMG-20171012-WA0048

NATUNA, AMUNISINEWS.COM – Bupati Natuna Hamid Rizal didampingi Wakil Bupati Ngesti Yuni Suprapti menyerahkan penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Natuna, di gedung Sri Sridit Ranai, Kamis (12/10/2017).

Usai memberi penghargaan, dihadapan pegawai Bupati kembali menyampaikan niatnya, ingin mewujudkan kabupaten Natuna menjadi sebuah Provinsi Khusus yang mengawal perbatasan.

Rencana pembentukan Provinsi Khusus Natuna – Anambas harus dipersiapkan guna memperpendek rentang kendali pemerintah.

“Kita bukan bermimpi, tetapi Natuna semakin hari semakin berkembang. Pembangunan dibeberapa sektor kian pesat dengan konsennya pemerintah pusat membangun daerah perbatasan, termasuk Natuna yang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat,” terang Hamid.

Menyikapi langkah cepat pemerintah pusat dalam mengembang Natuna, maka menurut Hamid menjadi provinsi khusus bukan lah sesuatu yang mustahil bagi kabupaten yang dijuluki Laut Sakti Rantau Bertuah itu.

“Kita boleh berencana dan bercita-cita, mengapa tidak sebab Natuna akan maju dan berkembang. Provinsi khusus merupakan persiapan kita untuk mempercepat pembangunan. Sebab secara geografis Natuna sangat cocok menjadi provinsi khusus yang mengawal perbatasan,” tambahnya.

Mengenai penghargaan Satyalancana Karya Satya yang diberikan kepada ASN, Bupati Natuna mengatakan penghargaan merupakan suatu amanah guna memotivasi para pegawai supaya lebih giat dan tekun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai abdi masyarakat dan daerah.

Penghargaan yang diberikan merupakan apresiasi dari pemerintah daerah kepada ASN yang bertugas di Natuna atas dedikasinya dan integritas dalam menajalan tugas pemerintahan.

“Mari kita bersama-sama, bekerja keras secara maksimal memajukan daerah, sehingga target pembangunan dapat tercapai dengan cepat, dengan penghargaan ini, kita harus lebih semangat lagi dalam bekerja memajukan daerah yang kita cintai ini,” pinta Hamid.

Pembangunan Natuna harus dilakukan secara bersama-sama aparatur terkait, mulai dari tingkat desa hingga pemerintahan. Sebab itu, merupakan amanah dari Presiden Jokowidodo dimana pembangunan dimulai dari pinggiran atau desa.

Pada kesempatan sama, Prof Dr Ryas Rasyid yang diundang sebagai narasumber dalam kesempatan tesebut, menyampaikan Natuna jangan dijadikan daerah industri, sebab industri akan merusak lingkungan dan menambah polusi.

Natuna sebagai daerah kepulauan sangat cocok dikembangkan sektor pariwisata dengan menonjolkan kearipan budaya tempatan.

“Saya merasa sehat begitu sampai di Natuna, napas terasa segar. Sebab udara disini sangat bagus tidak ada polusi, kita bisa berumur panjang jika tinggal di Natuna,” ucapnya.

Pemerintah daerah tidak seharusnya mengedepankan pembangunan fisik semata, tetapi bangun dulu jiwa masyarakatnya, seperti bidang pendidikan dan kesehatan.

Ia juga menanggapi wacana Natuna untuk pembentukan Provinsi Khusus sangat mungkin terwujud. Sebab dalam pandanganya, beberapa tahun kedepan akan ada 50 Provinsi di Indonesia.

“Saya rasa keinginan Natuna ingin menjadi Provinsi, sangat mungkin terwujud, sebab daerah ini secara geografis sangat mendukung, berada diperbatasan dan dihapit oleh beberapa negara asing. Provinsi bisa lebih cepat dalam pembangunan suatu daerah, jika dibandingkan dengan kabupaten,” cetus Prof Dr Ryas Rasyid.

Editor Hendra Usmaya

39 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Gelar Baksos Donor Darah, FWP : Wujud Peduli Sesama

Jum Okt 13 , 2017
Oleh : Yori JAKARTA, AMUNISINEWS.COM – Forum Wartawan Polri (FWP) PMJ melaksanakan kegiatan amal donor darah ‘peduli setetes darah untuk kemanusiaan’. Acara yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ini digelar gedung balai wartawan polda Metro Jaya. Menurut ketua pelaksana Happy mengungkapkan, jika aksi donor darah ini merupakan kegiatan amal […]