Wali Kota Batu Kena OTT KPK

IMG-20170917-WA0062

BATU, AMUNISINEWS.COM – Kembali Komisi Pemberantasan Korupsi dikabarkan kembali melakukan operasi tangkap tangan(OTT) pada hari Sabtu (16/9).

Kali ini dalam operasi senyap yang digelar di Jawa Timur, tim Satgas Penindakan KPK berhasil menangkap Wali Kota Batu, Malang.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Eddy Rumpoko, Wali Kota Batu, Jawa Timur, dalam operasi tangkap tangan di rumah dinasnya di Jalan Panglima Sudirman nomor 98 Kota Batu, Sabtu (16/9) sekitar pukul 13.30 WIB.

Eddy yang sudah menjabat selama dua periode itu ditangkap bersama empat orang lainnya. Salah satu di antaranya adalah pihak swasta yang diduga memberikan sejumlah uang kepada Eddy Rumpoko. Uang itu diduga terkait dengan pelaksanaan proyek di Kota Batu.

“Sekitar lima orang diamankan, termasuk kepala daerah dan pejabat unit pengadaan,” ujar Basaria melalui pesan singkat pada Sabtu malam.

Setelah ditangkap, wali kota dan empat orang lainnya dibawa ke Mapolda Jawa Timur untuk dilakukan pemeriksaan sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka tiba di Mapolda Jawa Timur sabtu malam.

Informasi yang dihimpun AMUNISI, ER ditangkap karena kedapatan melakukan transaksi suap menyuap untuk mengedealkan proyek senilai miliaran rupiah. Selain Eddy Rumpoko yang biasa dipanggil ER, tim juga berhasil menangkap sejumlah pihak lain yang diduga sebagai pihak penyuap.

ER ditangkap saat diduga menerima uang suap senilai 200 juta rupiah terkait sebuah proyek di daerahnya. Suap itu diduga terkait pengadaan barang dan jasa di kantor Wali Kota Batu. Kantor Wali Kota Batu memang sedang menjalankan proyek pengadaan barang dan jasa, salah satunya pengadaan mebel dengan nilai proyek mencapai Rp 5 miliar.
Edy Rumpoko merupakan Wali Kota Batu dua periode yang diusung PDIP. Masa jabatannya akan habis pada bulan Desember 2017. Pada periode berikutnya, jabatan Wali Kota Batu akan berpindah ke genggaman orang terdekat Eddy Rumpoko, yang tak lain adalah istrinya sendiri, Dewanti. Dewanti–yang juga diusung PDIP seperti sang suami–memenangi Pilkada Kota Batu tahun ini.

Hingga saat ini, kegiatan penindakan masih dilakukan oleh KPK, sehingga belum bisa terkonfirmasi secara detail, siapa saja pihak yang ditangkap, berapa barang bukti uang suap, serta motif kasus dugaan suap menyuap ini.
Eddy Rumpoko bersama keempat orang yang tertangkap saat ini dalam perjalanan menuju ke Jakarta, untuk digelandang langsung di gedung KPK guna pemeriksaan secara intensif.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak KPK terkait dengan OTT ini. Semua pimpinan KPK Dikonfirmasinya OTT ini, dan Jubir KPK Febri Diansyah selaku belum mau menjawab konfirmasi yang dilakukan AMUNISI.

Kemudian berapa harta kekayaan yang dimiliki Eddy?
Dari aplikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Eddy terakhir melapor pada 1 Juni 2015. Total harta yang dimiliki yakni Rp 16.438.612.628 dan 181.437 USD (Rp 2,4 miliar).
Harta tersebut terbagi dari harta bergerak dan tidak bergerak. Eddy diketahui memiliki aset aset tanah dan bangunan di Jakarta Selatan, Malang, Batu dan Yogyakarta.
Salah satu aset tanah di Batu milik Eddy yakni tanah berukuran 4.560 meter persegi senilai Rp 350 juta. Sementara di Jakarta Selatan, Eddy punya aset tanah seluas 90 meter persegi senilai Rp 1,2 miliar.
Dalam laporan, Eddy memiliki aset benda bergerak berupa mobil yang jumlahnya 8 unit. Mobil tersebut dari berbagai merek dan pabrikan Asia hingga Eropa yakni BMW, Mercedes-benz, Honda dan Toyota.
Dia juga memiliki satu motor Piaggio LX tahun 2011 senilai Rp 20 juta dan motor BMW keluaran tahun 1954 dengan harga Rp 100 juta.

Total aset mobil Eddy mencapai Rp 3,8 miliar. Selain itu, Eddy juga mengoleksi barang seni dan antik yang dalam laporan jumlahnya Rp 2,35 miliar. (John)

(Visited 82 times, 1 visits today)
News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *