Walikota Tual Inggatkan ASN Jangan Jadikan Medsos Sebagai Sarana Publikasi

  • Whatsapp

Walikota Tual, Adam Rahaayan, S. Ag, M. Si pimpin Apel pada Awal bulan februari 2020, Aparatur  Sipil Negara (ASN) jangan jadikan Media Sosial (Medsos) sebagai Sarana Publikasi karena dinilai ASN tidak Disiplin (Foto : Amunisinews)

Oleh Jecko Poetnaroeboen

TUAL, AMUNISINEWS.CO.ID – Walikota Tual, Adam Rahayaan, S. Ag, M. Si sampaikan arahannya pada saat apel yang berlangsung di pelataran balai Kota Tual,  dirinya berharap untuk seluruh pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kota Tual agar dapat mendisiplinkan bawahannya karena ASN dinilai salah dalam menyalagunakan media sosial sebagai sarana publikasi

Menurutnya, kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan hanya menyangkut disiplin dalam berpakaian, tetapi melainkan, pada waktu masuk kantor dan sopan mengingat masih terdapat ASN yang tidak dapat menahan dirinya, dimana persoalan internal sering kali disampaikan melalui media sosial (medsos).”

Hal ini dikatakan oleh, Adam Rahayaan, S. Ag, M. Si kepada media Amunisinews, selasa (04/02/20).

Adam Rahayaan menyampaikan, bahwa sebagai ASN sekalipun bermaksud baik tapi jangan pernah disampaikan lewat facebook, whatsapp dan instagram yang nantinya dianggap akan merusak ruang publik, dan seharus disampaikan secara berjenjang melalui kepala SKPD atau bila perlu sampaikan langsung kepada kepala daerah bukan kepublik melalui media sosial.

Untuk itu, Walikota sampaikan seusai Apel saya undang kepala Dinas dan Oknum bawahannya, kelihatannya dalam penegakan disiplin dan upaya menertibkan pegawai yang dipercayakan kepada pimpinan unit langsung itu terkesan tidak berjalan, termasuk Absen dan Apel setiap jam masuk dan pulang kerja.

Menurut Rahayaan, bahwa sejauh ini dirihnya sanggat menyesal dengan sikap pimpinan SKPD selaku pembantu kepala daerah yang tidak mampu secara berjenjang menjalankan tugas dan fungsinya dalam mengkoordinir serta mencari solusi atas permasalahan yang ada pada unit kerjanya masing – masing.

“Selaku kepala unit sudah barang tentu wajib memantau semua proses perkembangan dan memiliki akun medsos, katakanlah ada oknum pegawainya yang melakukan sebuah kesalahan seharusnya dirinya bisa memanggil yang bersangkutan, sengaja melakukan pembiaran dan mungkin dia sengaja untuk diperalat,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Atas sikap apatis yang ditunjukan, dirinya menilai pimpinan SKPD tersebut lemah dan gagal melakukan proses pembinaan di lingkup masing – masing. Sebagai pemimpin pada unitnya bisa tegas dengan mengedepankan aturan, apabilah selama proses pembinaan dilakukan oknum pegawai ternyata masih tidak menghiraukan maka jangan sungkan untuk memberikan sangsi.

“Atas sikap apatis yang ditunjukan, dirinya menilai pimpinan SKPD tersebut lemah dan gagal melakukan proses pembinaan di lingkup masing – masing. apabilah selama proses pembinaan dilakukan oknum pegawai ternyata masih tidak menghiraukan maka jangan sungkan untuk memberikan sangsi,”
katanya.
Oleh karena itu, berdasarkan Keputusan pemecatan yang diambilnya tersebut menurutnya sesuai aturan yang berlaku dan mendapat respon yang positif dari masyarakat, karena baginya bohong kalo hanya terus menerus menyampaikan dan mengingatkan kepada pegawai melalui apel pagi tentang pentingnya disiplin tapi tidak ada tindakan serta sangsi tegas atas pelanggaran disiplin, dirinya berkomitmen dalam menerapkan sangsi dan tak pandang bulu.

 

 

Pos terkait