Warga Bandengan Keberatan Jalan Akses Utama Ditutup PT KAI dan Dishub

  • Whatsapp

oleh: yohanes riadi

IMG-20171002-WA0003
JAKARTA, AMUNISINEWS.COM – Perwakilan Warga Bandengan Utara dan Selatan Minta Dishub dan KAI Kaji Ulang Soal Penutupan Perlintasan Sebidang‎

Uji Coba Penutupan Rel kereta api di Jalan Bandengan Utara dan Bandengan Selatan mendapat keluhan dari warga sekitar. Pasalnya, akses perlintasan kereta api diwilayah tersebut menjadi jalan utama warga.

Perwakilan warga Bandengan Utara Miftahul Munir meminta kepada ‎pemerintah untuk mengkaji ulang penutupan jalan tersebut. Sebab, kata dia, pemerintah tidak bisa asal menutup tanpa dasar yang pasti.

“Ini ditutup ada apa?, perlintasan kereta api yang ditutup itu jika sering terjadi kecelakaan, atau menyebabkan kemacetan panjang. Nah di Bandengan ini tidak ada bahkan tidak pernah terjadi,” tutur dia dalam keterangan rillisnya.

Dia pun menilai, di perlintasan kereta api itu sangat safety karena palang pintu yang ada di sana panjangnya sampai menutup jalan dan tidak ada celah untuk menerobos. Sehingga, dia memastikan tak ada warga yang berani melanggar atau menerobos perlintasan kereta api tersebut.

“Kemudian, petugas kereta api kita sangat tegas dan memerhatikan, karena dia selalu memberikan peringatan dengan meniupkan peluit agar tidak ada yang nerobos. Kalau mau ditutup Kawasan Angke tuh di sana palang pintunya aja pendek, banyak warga nerobos dan kecelakaan Metro Mini vs Kereta akhir desember 2015,” terang dia.

Paska penutupan itu, lanjut Munir, justru berdampak negatif bagi warga dan kondisi jalanan. Pasalnya, warga banyak yang melakukan lawan arah jika ingin naik ke flay over baik dari arah Utara maupun dari arah Selatan.‎

Bahkan, disisi jalan lokasi penutupan itu, kini digunakan untuk lahan parkir baik jaja, ojek dan lainnya. “Ada juga dimanfaatin untuk pedagang kaki lima. Ini dampaknya buruk sekali,” tutur dia.

Untuk diketahui, penutupan rek kereta api itu mengacu pada Perpres 83 tahun 2011 ada penugasan PT KAI untuk membangun akses kereta api bandara dan circular line, di mana harus elevated‎.

Namun demikian, penutupan rel tersebut kerap mendapatkan penolakan, seperti halnya di beberapa lokasi di Jakarta yakni Roxy, Bandengan Utara dan Selatan, dan Rawa Buaya Jakarta Barat.

editor: hendra usmaya

Pos terkait