Warga Nelayan Tolak Keras Pembangunan Pluit City

nelayannelayan2-JAKARTA, AMUNISI- Warga masyarakat nelayan di lingkungan RW.011, 020, 021 Kel. Pluit Kec Penjaringan, Pemkot Adm Jakarta Utara serta sebagian warga lainnya menolak keras keputusan Pemda DKI Jakarta terkait pembangunan sarana perumahan yang bertaraf mewah di lingkup Grand Bay wilayah dari bagian institusi kelautan atau UPT Muara Angke Jakarta Utara. Sebagai pelaksana pengembangnya adalah PTAgung Sedayu dan PT Samudra Wahana WISESA
Namun isu yang berkembang di lapangan dan di ‘iya’ kan oleh H Kafidin, ketua RW 011 Kel Pluit tentang akan terjadi pro dan kontra pada pembangunan yang akan berjalan nanti, terbukti dengan adanya pengakuan tokoh masyarakat KH Tb Mukri yang diduga menggalang suara warga RW 01, 011 untuk menyetujui pembangunan proyek tersebut, hingga ada warga bernama Yudianto, H Jantok dengan caranya diduga dituding telah kumpulkan foto copy warga dan mendapatkan penggantian berupa uang sebesar 50 ribu rupiah untuk setiap foto copynya, dan dibenarkan. “Sebab ia pernah di tegurnya,” kilah Castam.
Isu lainnya juga akan mendatangi PTUN, yang mana beberapa sumber bertanya tanya, dalam kaitan apa ia kesana, apa terkait dengan proses pembangunan yang sedang berpolemik.
“Cara tersebut demi mendapatkan dukungan yang akan diperoleh agar menyetujui pembangunan proyek, oleh H Jantok merambah ke jamaah masjid di lingkungan RW 01, sebab ia adalah seorang anggota pengurus masjid,” ujar Castam selaku wakil ketua RW 011, juga ketua pengurus koperasi Rampus Jaya Muara Angke Jakarta Utara’’ yang beranggotakan para nelayan’ ujarnya pada Amunisi (07/10)
Atas dasar permasalahan tersebut, beberapa lapisan masyarakat yang terdiri para nelayan, juga yang bergabung pada LSM, siap melakukan demonstrasi damai, sebagai bagian dari unjukrasa atas tidak setuju adanya pelaksanaan pembangunan itu, mengingat dampak yang amat sangat membuat kehidupan para nelayan terhimpit, antara lain seperti, jalur perahu yang melingkar, juga sandar perahu di kemanakan, apalagi kondisi Kali Adem yang mendangkal, yang terindikasi akan tersisihnya para nelayan di Muara Angke, padahal para nelayan tersebut adalah warga penghuni yang sah, dan hal ini akan di kordinasikan pada institusi terkait. –h yus

125 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KORAN AMUNISI

dan AMUNISINEWS.CO.ID

Ide dasar penerbitan Surat Kabar Umum (SKU) Amunisi dan Amunisinews.co.id antara lain membantu pemerintah dalam upaya penegakkan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP-RI) No, 68 tahun 1999, yang ditetapkan pada 14 Juli 1999 mengatur bagaimana peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara, termasuk membantu penegakan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Amunisi adalah bagian dari masyarakat, yang diharapkan pula dapat berperan aktif. Karena itu, sebagai media cetak, yang akan turut serta dalam penegakkan hukum di Indonesia, Amunisi harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Tentunya, diaflikasikan dalam bangun tubuh (halaman) dengan organ-organ (rubrikasi) yang tepat sasaran, yakni setiap yang disajikan adalah berisi informasi-informasi yang digali melalui kerja keras investigasi dengan pendalaman yang dapat dipertangungjawabkan.