Warga Tolak Pengerjaan Proyek Saluran Air Tanpa Plang Nama

  • Whatsapp

Oleh, John Ht

DEPOK, AMUNISINEWS.CO.ID.- Proyek pembuatan saluran air atau got di Perumahan Permata Puri 2, Kel. Mekarsari, Kec. Cimanggis ditolak warga sekitar.

Leonard Bakara yang  selaku warga RT.004/RW.22 menuturkan bahwa proyek pembuatan saluran air tersebut dinilai bermasalah dan peruntukannya tidak sesuai apa yang di harapkan warga.

“Kami selaku warga yang terdampak dari proyek pembuatan saluran air ini merasa bahwa tidak sesuai dengan peruntukan dan rekomendasi kami, yang telah disepakati di dalam Musrembang Kelurahan.” Tegas Leo saat di jumpai di rumahnya, Sabtu (18/07/20)

Leo juga menambahkan bahwa, “proyek ini juga bermasalah karena kami selaku warga tidak dilibatkan dalam rapat dengar pendapat, mengenai saluran air Ini.  Tiba-tiba kami menerima surat pemberitahuan dari pihak RW bahwa akan ada proyek pembuatan saluran air atau got. Lihat apa yang mereka. lakukan saja sudah di tolak oleh bebera warga, mereka main hancurkan got tanpa ijin, pemiliknya jelas nolaklah dong.”Tambahnya l dengan nada keras.

Yang jelas menurut Leo, apa yang dilakukan menyalahi aturan dan juga tidak ada plang proyek dari PT. mana, anggatannya berapa, berapa hari pengerjaannya, berarti ini tidak sesuai harapan warga.

Kesepakatan untuk memberikan yang terbaik itu warga itu penting dilakukan, untuk itu perlu adanya rapat dahulu ditingkat RW dengan di undangnya setiap ketua-ketua RT, dan setiap ketua RT, akan melakukan rapat dengan warga di lingkungannya masing.

Selain itu juga, menurut Leo, bahwa, dalam pengerjaan proyek juga harus dipasang papan plang proyek, agar warga mengetahui serapan anggarannya dan dari PT mana yang mengerjakannya.

“Kalau papan proyeknya tidak ada, lantas bagaimana kita bisa mengetahui proyek tersebut dilakukan oleh PT mana. Selain itu juga, besaran anggaran proyek tersebut juga kita sebagai warga tidak mengetahuinya. Kalau Ini terus berjalan, jelas ini namanya pembiaran yang harus segera di sampaikan ke pemerintah kota.” Tegasnya lagi.

Ditambahkannya lagi bahwa, “ini tidak sesuai apa yang di harapkan warga, ini hanya perapihan saluran air Karena tidak ada perubahan ke  dalaman got dan lebaran got tersebut. Kami sudah ukur dan ternyata sama ukurannya dengan yang ada sekarang, bahkan masih bagus. Kalau begitu kan jatuhnya pemborosan anggaran dan tidak sesuai peruntukannya.” Tutup Leo yang juga  mantan RT.004 tersebut

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *