Warga Tridaya Indah II Kerja Bakti Bersihkan ‘Sampah Liar’

  • Whatsapp

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Warga Perumahan Tridaya Indah II Estate, Sumber Jaya, Tambun, Bekasi,Minggu (16/2/2020) melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan.

Kali ini, yang dibersihkan adalah sampah yang menumpuk di saluran air peruhaan tersebut, yang bersumber dari perbuatan buruk pengendara motor yang melempar sampah ke saluran air.

Aksi para pelempar sampah ini membuat kesal warga. Ketua RT01/03 Sumber Jaya, Makmur mengimbau agar mereka menghentikan kelakuan negatif tersebut, untuk menghargai kesebersihan lingkungan orang lain dan menjaga kelestarian lingkuangan.

“Hendaknya kegiatan buruk itu dihentikan,” kata Makmur, ketika memimpin warga melakukan kerja bakti, Minggu (16/2/2020).

Warga terlihat begitu antusias mengangkat bungkusan sampah satu persatu kemudian membakarnya.

Kegiatan kerja bakti ini dilakukan warga,setidaknya sekali dalam sebulan.

Jika warga tidak melakukan kerja bakti seperti ini, kata Makmur, sampah sampah akan terus menumpuk dan sangat tidak enak untuk dilihat. “Kesehatan warga juga bisa terganggu,” ujar Makmur.

Sampah buangan yang dibakar warga tersebut sangat memiriskan, ada bantal, guling, sepatu, tas, pakaian bekas serta sampah rumah tangga yang dikemas dalam bungkusan rapi.

Bungkusan itu kemudian dilempar melewati pagar besi ke selokan perumahan tersebut. ” Ini dilakuan terus menerus sehingga lingkngan kami seperti bak sampah besar dan berbau,” ungkap Muslim, warga setempat.

Menurut informasi, para pelempar sampah ini beraksi pada tengah malam dan atau menjelang subuh, diduga ketika mereka, para pembuang sampah itu hendak berangkat kerja, melewati jalan Raya Mekarsari, depan Perumahan Tridaya Indah II.

“Aksi lempar sampah dari atas kendaraan ini dilakukan malam hari  menjelang subuh jadi sulit dipergoki warga,” ujar Muslim lagi.

Padahal, membuang sampah sembarang aturan hukumnya sangat jelas, akan terkena Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum. Bagi yang melanggar akan dikenakan sanksi pidana kurungan enam bulan atau denda sebesar Rp 50 juta.

Pos terkait