Wartawan Malra Kutuk Kekerasan oleh Oknum TNI- AU di Medan

  • Whatsapp

wartawan kutuk kekerasanAMUNISINEWS, Malra : Salah satu bentuk aksi solidaritas yang dilakukan oleh puluhan wartawan Maluku Tenggara yang berlangsung pada Rabu pagi ( 24/08/16), tepatnya di depan gedung DPRD kabupaten Maluku Tenggara

Aksi solidaritas yang dilakukan oleh puluhan wartwan baek dari media cetak, media masa maupun media elektronik guna bertujuan untuk menyikapi insiden korban penganiyayaan dua wartawan oleh oknum TNI AU di Medan

Dalam aksi tersebut puluhan wartawan tergabung dalam tiga organisasi di antara lain PWI,AJIMAT,PWRI kecaman atas aksi penganiyayaan terhadap wartwan oleh oknum TNI AU di Medan pada 15 Agustus pekan kemarin

Untuk itu, guna menyikapi tindak kejahatan dan kekerasan yang dilakukan oleh para oknom TNI AU di Medan yang bermental bagaikan seorang preman dan berperilaku tidak manusiawi, Jurnalis Maluku Tenggara yang tergabung dalam “Forum Pergerakan Jurnalis Maluku Tenggara Anti Kekerasan menyatakan:

1. Menyatakan, mengutuk keras tindak kekerasan terhadap jurnalis dan masyarakat oleh oknom TNI AU Medan tersebut.
2. Menolak dengan tegas upaya damai yang dilakukan para pelaku tindak kekerasan dan mendesak agar para pelaku di proses sesuai hukum yang berlaku dengan tetap mengedepankan asaz transparansi publik atas proses hukum yang berlaku.
3. Mendesak panglima TNI agar menjatuhkan sangsi pemecatan terhadap para pelaku tindak kekerasan terhadap wartawan dan masyarakat tersebut dari keanggotaan dalam tubuh institusi TNI.
4. Mendesak panglima TNI untuk mengantisipasi langkah – langkah provokatif yang dilakukan oleh oknom – oknom tertentu dalam tubuh institusi TNI yang sengaja menciptakan permusuhan antara TNI dan jurnalis serta rakyat Indonesia sehingga TNI tetap menjadi kebanggaan dan dicintai oleh seluruh rakyat Indonesia.
5. Stop kekerasan terhadap Pers dan rakyat Indonesia dalam bentuk apapun serta oleh pihak manapun.
6. Kami forum pergerakan jurnalis Maluku Tenggara anti kekerasan menyatakan akan terus mengawal proses kasus tersebut hingga tuntas.

“Kami mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan oleh Pasukan Elit TNI AU dan Paskhas Lanud Suwondo terhadap dua wartawan saat tengah melakukan peliputan aksi warga terkait pembangunan Rusunawa di Medan,” ujar Nizer

Lebih lanjut dikatakan Nizer.Sether selaku koordinator aksi, tindakan brutal tentara tersebut menandakan belum adanya pemahaman aparat TNI AU terhadap kinerja seorang jurnalis yang dilindungi oleh Undang-Undang Pers. • FP-19 ada

Pos terkait