WN Prancis Pelaku Eksploitasi Anak Akhiri Hidup dengan Seutas Kabel

  • Whatsapp

Oleh Ulis JP

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- WN Prancis Francois Abbello Camille (FAC) alias Frans (65), tersangka kasus eksploitasi seksual terhadap 305 anak, dinyatakan tewas pada Minggu (12/7) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Yang bersangkutan tewas karena bunuh diri menggunakan kabel listrik di ruang tahanan.

Aksi pelaku diketahui oleh petugas jaga yang melakukan pengecekan terhadap penghuni tahanan pada Kamis (9/7) lalu.

Diduga pelaku mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena tidak kuat atas kasus yang menimpanya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menerangkan, pelaku mencoba menggantungkan tubuhnya dengan kabel.

“Kondisi terikat lehernya dengan seutas kabel. (Pelaku) berupaya untuk membebankan dengan badannya yang berat di tembok berupaya untuk ada percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh tersangka dengan menggunakan kabel,” kata Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/7).

Menurutnya, pelaku oleh petugas sempat diperiksa kondisinya di Bidang Kedokteran, dan Kesehatan Polda Metro Jaya, dan dirujuk ke RS Polri, Kramatdjati, Jaktim.

“Lebih kurang tiga hari dilakukan perawatan, tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB tersangka tersebut meninggal dunia,” jelasnya.

Namun demikian, dia memastikan penyidik telah berhasil mengungkap identitas 19 korban.

“Jadi gini, 19 yang bisa kita identifikasi kami akan terus berupaya untuk bisa mengidentifikasi korban-korban. Karena ini korban-korban warga kita, anak anak kita semuanya,” ujarnya.

Yusri mengatakan, penyidik mengalami kendala untuk mengungkap korban lainnya karena masih dibawah umur tidak memiliki identitas diri.

“Saya sampaikan lagi bahwa terkendala disini mengindentifikasi korban-korban yang lain. Memang ada gambarnya, kalau kita sudah punya e-KTP kita bisa, sudah ada alat polisi namanya face recognition,” pungkas mantan Anjak Divisi Humas, Polri ini.

Sebelumnya, kasus pencabulan terhadap 305 anak di bawah umur berhasil terungkap atas adanya informasi masyarakat yang kerap melihat pelaku menawarkan pemotretan terhadap anak-anak di Hotel Prinsen Park, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

Atas laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku tengah berada di dalam kamar hotel bersama dua anak perempuan di bawah umur dengan kondisi telanjang.

Pelaku diketahui pertama kali berkunjung ke Indonesia pada tahun 2015 lalu. Pelaku tercatat berada di Indonesia sejak Desember hingga tertangkap awal bulan Juli 2020 ini.

Selama berada di Indonesia pelaku kerap berpindah-pindah hotel. Setidaknya, ada tiga hotel di wilayah Jakarta Barat yang diduga menjadi lokasi oleh pelaku mencabuli ratusan anak-anak di bawah umur dengan modus fotomodel.

Sejak bulan Desember 2019 hingga Februari 2020 pelaku tercatat menginap di Hotel Olympic, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

Kemudian, Februari hingga April menginap di Hotel Luminor, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat. Selanjutnya, April hingga Juni menginap di Hotel Prinsen Park, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat.

Selama menginap di tiga lokasi tersebut pelaku selalu mendisain kamar hotel selayaknya studio foto.

Bahkan pelaku terlebih dahulu mendadani atau merias wajah korban sebelum difoto hingga disetubuhi.

“Mereka diiming-imingi akan menjadi fotomodel di kamar. Anak tersebut difoto telanjang, kemudian disetubuhi oleh tersangka,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, di Polda Metro Jaya, Kamis (9/7) lalu.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 305 video asusila saat pelaku menyetubuhi korban, 21 kostum yang dipakai korban untuk pemotretan dan pembuatan video cabul, enam kamera, satu laptop, enam memory card, 20 kondom, dan dua alat bantu seks atau vibrator.

Pos terkait