Wow, Pekerja Proyek Asrama Haji Babel Banyak yang Kabur

  • Whatsapp
Kondisi pelaksanaan proyek yang di tinggal paera pekerjanya

Oleh: Herman S

Kondisi pelaksanaan proyek yang di tinggal paera pekerjanya

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.CO.ID –Setelah heboh dengan tenaga ahli/trampil tidak berada dilokasi, sekaran royek Pembangunan Asrama Haji Transit Provinsi Bangka Belitung dipastikan molor dari penyelesaian pelaksanaannya.

Dan yang lebih parah adalah para pekerja proyek tersebut kemarin Selasa (5/12) terpantau banyak yang kabur alias pulang kampung ke daerah asalnya ke Jateng dan Jatim.

Memang dari pantauan di lokasi, Selasa (5/12/2017) pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan Asrama Haji Transit ini masih terus berjalan. Hanya saja, dari keterangan salah satu kepala rombongan tukang dari Jawa Tengah, ZD mengatakan saat ini ada sekitar ratusan pekerja dari berbagai kepala tukang pada kegiatan proyek pembangunan asrama haji transit Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memilih pulang ke daerah masing masing karena dibayar murah.

Pasalnya pihak perusahaan tidak sesuai dengan komitmen awal soal besarnya nilai pembayaran upah dari mulai kepala tukang hingga tukang.

“Kita hari ini mogok kerja dan kebanyakan memilih pulang ke kampung halaman,” kata ZD kepada wartawan, Selasa ( 5/12/2017) petang.

Menurut ZD, total pekerja di proyek pembangunan ini ada sekitar 300 orang, terdiri dari berbagai kepala rombongan namun saat ini masih berkisar kurang lebih 100 orang yang masih bertahan selebihnya memilih pulang kampung.

“Tidak kurang dari 200 orang pekerja dan tukang termasuk beberapa kepala rombongan dari Jawa Tengah ( Jateng ) Jawa Timur ( Jatim ) dan Bandung Jawa Barat ( Jabar ) memilih pulang kampung,” ungkap ZD didampingi HRN.

Disinggung alasan kepulangan para pekerja dan kepala rombongan. ZD mengatakan pihak mandor perusahaan dalam membayar upah  tidak sesuai dengan komitmen awal tentang pembayaran upah kepada kepala tukang, tukang dan kenek.

Disebutkan ZD perjanjian awal upah kepada tukang sebesar Rp.120 ribu sedangkan kepala tukang Rp.130 ribu dan untuk kenek Rp.100 ribu per hari namun namun pelaksanaannya kepala tukang hanya dibayar Rp.105 ribu tukang Rp.100 ribu dan kenek bervariasi dari mulai Rp 80 dan 85 hingga 90 ribu per hari.

“Mandor yang namanya Santo tidak komit dengan perjanjian awal tentang upah kepada para pekerja akhirnya sebagian besar pekerja lebih memilih pulang ke asal daerahnya masing masing,” bebernya.

Padahal progres pembangunan Asrama Haji Transit ini menurut keterangan berbagai kepala tukang yang terlibat dalam pembangunan itu mengatakan progresnya baru mencapai 60 persen.

Sementara itu Pejabat Pelaksana Kegiatan ( PPK ) Denny Sandra yang dihubungi, malah tidak mengetahui persoalan itu.

“Info dari kawan wartawan ini, akan saya cek dulu ya ? Saat ini saya sedang berada di Jakarta,” kata Denny melalui sambungan telpon kepada wartawan, Selasa ( 5/12)

Sebelumnya Denny kepada sejumlah wartawan di Kantor Departemen Agama Provinsi Bangka Belitung menegaskan, proses pembangunan  Asrama Haji Transit itu akan diterapkan mekanisme perpanjangan waktu sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan ( PMK ) nomor 25 tahun 2016 selama 90 hari.

“Sekiranya terlambat maka sesuai mekanismenya, kita akan terapkan perpanjangan waktu sesuai dengan PMK 05/2015 yaitu perpanjangan selama 90 hari kalender untuk menyelesaikan pekerjaan itu,” kata Denny Sandra, Senin ( 4/12 /2017).

Namun sebelum menerapkan PMK 05/2015 kepada kontraktor, dirinya terlebih dahulu melihat kesanggupan pihak kontraktor untuk menyelesaikan proyek itu.

“Kita lihat diakhir Desember 2017, apakah kontraktor dalam hal ini PT Sumber Bayak Kreasi sanggup menyelesaikan waktu 90 hari itu kalau sanggup kita perpanjang namun sanksi denda keterlambatan 1/1000 perhari dari pagu dana akan diterapkan ke pihak kontraktor, tapi kalau tidak sanggup maka kita putus kontrak dan perusahaan di black list,” tegasnya.

Terpisah, kepala seksi penerangan hukum (Kasi Penkum) Kejati Babel, Roy Arland berjanji untuk melakukan pengecekan terkait kabar yang menyebutkan proyek pembangunan Asrama Haji Transit diduga kuat bermasalah lantaran ketidaksinkronan data  tenaga ahli dalam data dokumen perusahaan dengan fakta di lapangan.

“Kita cek dulu dugaannya benar apa tidak,” jawab Roy di WA group Wartawan Kejati Babel, Rabu (6/12/2017) terkait proyek pembangunan Asrama Haji Transit Provinsi Bangka Belitung yang juga merupakan salah satu proyek yang mendapat pandampingan dari TP4D Kejati Babel.

 

 

editor: maliki hd

 

 

Pos terkait