16 Tahun Buron, Terpidana Kasus Korupsi Bank Mandiri Berhasil Dieksekusi Kejaksaan

Oleh: Ramdhani

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Setelah buron selama 16 tahun, Koko Dandoza Fritz Gerald (48) terpidana kasus korupsi Bank Mandiri berhasil ditangkap Tim Tabur (Tangkap Buronan) dan Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung RI bersama Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di jalan Biliton No. 55, Gubeng, Surabaya Jawa Timur. Selasa 18 Januari 2022 kemarin.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat, Bima Suprayoga dalam Jumpa Pers di kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus), jalan Merpati, Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Rabu (19/1/2022).

Menurut Bima, pengamanan atas nama DPO tersebut terkait Tindak Pidana Korupsi yang terjadi pada tanggal 14 Februari 2002 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2002, bertempat di Kantor PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan, Jakarta Pusat.

Perbuatan perpidana tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan terpidana Alexander J. Parengkuan, IR. Aryo Santigi Budihanto, Ahmad Riyadi, dan Terpidana Harianto Brasali.

“Para terpidana secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara yaitu PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sebesar Rp. 120 milyar atau sekitar jumlah tersebut,” ujar Bima Suprayoga.

Terpidana Koko Sandoza Fritz Gerald berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 1568/PID/2005 tanggal 30 Januari 2006 dinyatakan secara bersama-sama terbukti melakukan tindak pidana korupsi melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Dan para terpidana dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun serta denda sebesar Rp 200 juta. Apabila deenda tersebut tidak dibayarkan maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” jelas Kajari Jakpus, yang didampingi Kasi Pidsus Yon Yuviarso dan Kasi Intelijen, Bani Immanuel Ginting.

Kemudian lanjut Bima menjelaskan, pada hari ini, Rabu 19 Januari 2022 sekitar pukul 16.00 WIB Terpidana Koko Sandoza dibawa dari Jawa Timur, menuju Jakarta menggunakan pesawat untuk dapat dilakukan eksekusi badan oleh Tim Jaksa Eksekutor.

Tim Jaksa Eksekutor Kejaksan Negeri Jakarta Pusat Kejari Jakpus telah melaksanakan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 1568/PID/2005 tanggal 30 Januari 2006 dengan memasukkan Terpidana Koko Sandoza ke dalam Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat untuk menjalani hukuman penjara selama 4 tahun.

“Sebenarnya terhadap terpidana sudah dipanggil secara patut oleh Tim eksekutor Kejati DKI Jakarta, namun tidak datang sampai kemudian dimasukkan sebagai DPO dan berhasil ditangkap oleh Tim Tabur Kejaksaan kemarin,” pungkas Bima Suprayoga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.