Warga Desa Grabakan Inginkan Proyek PelengsenganTidak Ambrol, Dinas Diharap Awasi Kinerja Kontraktornya

  • Whatsapp

Oleh: Tama Pratiwi.

SIDOARJO,AMUNISI – Seringnya diberitakan media terkait kinerja rekanan atau kontraktor pelaksana proyek,terkait pemberitaa, pejabat maupun Kadis PUBMSDA nampaknya tidak respon dan cekatan dalam setiap temuan,.Serta keluhan masyarakat serta kritik media guna kedepan lebih baik lagi kinerja rekanan dinas.

Baru-baru ini terkait proyek jalan makam Mbah Jailani di Desa Kajeksan , Kecamatan Tulangan yang baru selesai sudah terlihat retakk,,proyek Box Culvert di Desa Medaeng,Waru yang mengkhawatirkan warga,serta Direksi dan jajaran PDAM.Kini proyek rehab plengsengan di Desa Grabagan RT 29 RW 5 diharapakan masyarakat mendapatkan hasil yang maksimal kualitasnya(tidak cepat rusak).Hal ini dikarenakan pelengsengan tersebut rawan ambrol dan bisa membahayakan pengguna jalan juga khususnya warga sekitar.

Proyek Tanpa Papan Nama CV Pelaksana dan Konsultan Pengawas,Anehnya Kepala Tukang dan Pihak Dinas tidak tahu menahu itu proyek siapa(CV nya siapa).saat dikonfirmasi wartawan.

Ditemui dilokasi proyek pelengsengan Suprapto juru (Pengairan)dari dinas PUBMSDA yang hanya kebetulan mantau,saat dikonfirmasi wartawan mengatakan saya bukan pengawas dinas mas.Dan saya tidak tahu ini kerjaan siapa.

“Saya bukan pengawas mas,kalau pengawas atau pengawasan langsung dari konsultan pengawas.Itu sudah sejak tahun 2020 -2021,kalau memantau cuma ngilingno- ngilingno(mengingatkan) kalau ada yang gak benar ,”ucap juru pengairan Balongbendo tersebut Rabu (10/11/2021)dilokasi.

Disampaikan Suprapto saya sejak kemarin mantau disini, sampeyan kalau pingin mengetahui kerjaan siapa pagi saja bisa ketemu orangnya.Saya tidak tahu kerjaan siapa

Sementara itu salah satu warga di dekat lokasi saat ditemui wartawan mengatakan,kalau kita ya berharap kerjaan dinas itu khususnya kontraktor nya mengerjakan dengan sebaik- baiknya(bagus).Sebab jangan sampai kerja baru selesai dapat beberapa hari atau Minggu rusak atau ambrol.Kan itu juga pakai uang rakyat.Jadi ya dinas harus benar benar memperhatikan kinerja kontraktor nya.

Sementara Agus (32)mengaku selaku kepala tukang hanya saat ditanya kerjaan siapa anehnya tidak tahu.Dan mengaku hanya membantu teman,tidak tahu ini kerjaan siapa dan CV nya siapa.hanya( ngerencangi konco kulo),”ujar Agus saat dikonfirmasi dilokasi pengerjaan rehab plengsengan di Desa Grabagan RT 29 RW 5 Tulangan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *