Surat Pengajuan Pelengsengan Tidak Direspon,Warga Kepunten Khawatirkan Banjir

  • Whatsapp

Oleh: Tama Pratiwi

SIDOARJO,AMUNISI – Keinginan warga dengan pengajuan pelengsengan yang sudah berkali- kali belum ada respon Pemkab dan dinas, khususnya PUBMSDA, membuat kekecewaan warga bukan karena alasan. Pasalnya menjelang musim hujan kekecewaan dan kekhawatiran dirasa warga, khususnya di lingkungan RT 02 RW 01 Dusun Melati, Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan. Pasalnya hal ini disebabkan pelengsengan sungai Dungoleng yang sudah diajukan Pemdes dan warga wilayah sekitar tidak ada tanggapan, sehingga menyebabkan jalan paving longsor menyisahkan satu meter jalan. Bahkan pernah disurvey tahun 2018.

Banyak warga yang mengeluh kecewa dan sangat disayangkan seringkali menyebabkan banjir masuk di rumah puluhan warga. Salah satunya ketua RW 01 Sutrisno kepada wartawan Kamis (11/11/2021) mengatakan di sini tiap kali hujan pasti banjir.

“Terlebih di belakang rumah saya,dulu sudah pernah pengajuan, sudah lama tapi tidak pernah di-acc. Padahal jalan e longgsor tinggal satu meter dan kerap kali banjir dan jalan membahayakan pengguna atau warga sekitar karena sungai meluber ke rumah warga,”jelas Sutrisno

Hanya Disurvey Saja Tanpa Ada Realisasi

Ditambahkan ketua RW 01 Sutrisno, pengajuan pelengseng di sungai Dungoleng pun 4 tahun yang lalu tidak di-acc. Percuma gak digubris cuma disurvey bolak-balik(berulang kali) dulu sekitar tahun 2018 sudah pernah disurvey.

Kapan hari juga sudah disurvey lagi oleh BPBD Sidoarjo, tetapi sampai sekarang musim hujan lagi tidak ada tindakan atau reaksi maupun realisasi apa -apa dari pemkab, khusunya dinas terkait. “Percuma berulang kali disurvey,” keluh Sutrisno.

“Keluhan banyak sekali, termasuk perangkat Desa Kepunten. Warga setempat yang berdekatan dengan lokasi pak Slamet dan Abdul Munir yang terdampak langsung kalau sungai meluap terjadi banjir,”ujarnya

Sementara menurut keterangan perangkat Desa Hanafi, dulu perangkat desa yang mengajukan, kalau sungai Dungoleng biasa dikerjakan kontraktor bukan termasuk dana desa katanya. Dan berulang kali pengajuannya.

Harapan masyarakat disini biarpun yang garap(mengerjakan) siapapun yang penting cepat terlaksana dan maksimal,serta tidak menyebabkan banjir.

Sutrisno menambahkan,barusan saya tanya ke perangkat Desa mas Hanafi, katanya sudah berkali-kali diajukan ke Kabupaten tapi tidak ada kelanjutan sampai sekarang,imbuh Sutris sapaannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *