Ada Oknum Mabes Polri Bekingi Peremanisme

  • Whatsapp
Ali yang mengaku anggota Mabes Polri

Oleh: Rukmana

Bekasi, amunisinews.co.id – SMK Fahd School Ujung Harapan, Bekasi Jawa Barat selalu didatangi preman  bayaran Ahmad Qurtubi yang dahulu sebagai Pembina Yayasan Fahd Abdul Malik (Badan hukum SMK kesehatan). 27 September 2016 Ahmad Qurtubi telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pembina di Yayasan Fahd Abdul Malik Ujung harapan, Bekasi.

Yayasan Fahd Abdul Malik diketuai oleh isteri dari Ahmad Qurtubi Lailatusuroyah yang kini sudah meninggal. Menurut Zainal Abidin, SH., kuasa hukum H. Rofi’un (Ayah Lailatusuroyah), 1 hari dari meninggalnya Lailatusuroyah, Ahmad Qurtubi membuat perubahan akta yayasan yang dengan akta yang sudah dirubah susunan pengurusnya itulah Ia ( Ahmad Qurtubi) menggasak uang yayasan Rp: 100 juta, kejadian ini membuat keluarga H. Rofi’un (mertua Ahmad Qurtubi) bertanya tanya kenapa sang menantu berbuat seperti itu ? tuturnya Senin 20/09/2021.

“H. Rofi’un  mengajukan permohonan otopsi atas mayat Lailatusuroyah yang meninggal di hotel saat menginap bersama Ahmad Qurtubi di bilangan Bandung Jawa Barat, Ungkap Zainal.

Lebih lanjut Zainal menjelaskan, permohonan otopsi dari keluarga Lailatusuroyah (almh) ini tidak direspons cepat oleh Polres Soreang, Bandung, hingga ditunda sampai 7 bulan lamanya sehingga hasil otopsi tidak menunjukkan hasil yang memuaskan pihak keluarga, ahirnya Qurtubi terbebas dari indikasi tindakan jahat terhadap isterinya, ujarnya.

“Sejak meninggalnya Lailatusuroyah Qurtubi terus berupaya mengambil aset H. Rofi’un dengan membangun isu dan opini di lingkungan tempat tinggal H. Rofi’un bahwa SMK Fahd Islamic School tersebut adalah miliknya (Ahmad Qurtubi) tak hanya lingkungan yang dipengaruhi namun pihak kepolisian pun turut dijadikan sasaran isu murahan Qurtubi,” terang zainal

Masih menurut zainal,” banyak masyarakat dan oknum POLRI dari tingkat Mabes Polri hingga Polsek yang terhasut isu murahan Qurtubi dan bersama sama Ahmad Qurtubi  turun ke sekolahan untuk mengambil alih SMK Fahd Islamic School TH 2018.

Dr. Rainoer, SH., yang juga kuasa hukum urusan pidana H. Rofi’un menambahkan, catatan saya sejak 2018 Qurtubi sudah 10 kali melakukan tindak kekerasan terhadap orang dan barang serta berupaya menguasai aset milik H.Rofi ‘un tanpa alas hak yang sah, tindak pidana Ahmad Qurtubi ini sudah dilaporkan ke Polres KB. Bekasi namun sampai saat ini Qurtubi tak kunjung ditangkap, jelasnya.

“Padahal tindakan Ahmad Qurtubi menyuruh orang menduduki sekolah, mengambil uang di ruang TU SMK Fahd Islamic School, merusak gembok pagar, memasuki secara paksa sekolahan tanpa ijin adalah murni pidana,” jelasnya.

Qurtubi masih terus bebas melakukan tindak kriminal tanpa merasa takut dengan hukum, Kamis 16/09/2021 menyuruh Oknum Ormas Gibas untuk kembali menguasai rumah H. Rofi’un dengan merusak gembok pagar rumah diujung Harapan Bekasi, setelah oknum gibas masuk pekarangan rumah H. Rofi’un 7 orang security yang mengaku mendapat tugas jaga dari Agus Chif Security PT. Artika Cita Nusantara pun masuk pekarangan rumah.

Menurut pengakuan gerombolan preman berbaju security kepada Zainal Abidin, SH., mereka datang atas suruhan Ali pemilik yayasan yang bergerak di bidang jasa keamanan dan katanya adalah berdinas di Mabes Polri.

“Saya disuruh jagain rumah milik Ahmad Qurtubi oleh atasan saya, Agus (Chiff Security -Red.). Dan Agus mendapat orderan dari Pak Ali,” tandasnya.

“Ali adalah orang yang mengaku dinas di Mabes Polri dan menjadi beking Ahmad Qurtubi dan berambisi menguasai aset milik H. Rofi’un dengan cara apapun, sejak 2018” pungkas Zainal Abidin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *