Penyitaan Saham Pihak Ketiga telah Melanggar KUHAP

  • Whatsapp

Oleh: Ramdhani

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID. – Sidang lanjutan Pemohonan Keberatan yang diajukan kuasa hukum PT. Vivaces Prabu Investment (VPI), Hartono Tanuwidjaja SH.MH.MSI.CBL, terkait dugaan non prosedural penyitaan saham dalam perkara Asuransi Jiwasraya kembali digelar Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Pada sidang kali ini masih berkutat pada pemeriksaan legalitas Pemohon Keberatan maupun Termohon yakni pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

“Saham-saham milik PT. VPI sama sekali tidak memiliki afiliasi dan/atau para terdakwa atau terpidana kasus Tipikor PT. Asuransi Jiwasraya,” ujar Hartono usai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Kamis (25/11/2021).

Ia juga menyebutkan, anggapan keliru juga telah dikemukakan oleh pihak Kejagung yg menyatakan bahwa Klien PT. VPI merupakan nominee dari Bentjok. Padahal dasar untuk memasukan nominee, harus ada perjanjian antara para pihak dan ada aliran dana.

“Sementara dana transaksi saham PT. VPI sama sekali tidak berasal dan tidak terkait sebagai nominee dari Bentjok atau siapapun, dan tentunya sangat merugikan pihak kami,” jelas Hartono.

Selanjutnya, saham-salam milik PT. VPI adalah saham-saham yang Valid dan Sah diperjualbelikan di Pasar Modal, sehingga bukan milik PT. Jiwasraya dan atau milik para terdakwa dalam Kasus Tipikor Jiwasraya.

Alasannya, transaksi yang dilakukan PT VPI tidak ada kesamaan jenis saham yang diperjualbelikan maupun aliran dana milik Terpidana Bentjok tersebut.

“Karena kami adalah investor independen dan tidak berafiliasi kepada satu pihak atau terdakwa sekalipun. Kami sama sekali jauh dari sisi itu,” tegas Hartono.

Yang terpenting sambungnya, pada saat mengajukan Permohonan Keberatan, pihaknya menginginkan pada saat pemeriksaan bukti-bukti yang dilakukan oleh majelis hakim, saham-saham yang diduga sebagai objek sitaan Kejagung merupakan hasil transaksi investor kliennya pada tahun 2019 hingga 2020, bukan pada saat terjadi peristiwa hukum PT AJS pada tahun 2008 hingga 2018.

“Jadi sama sekali berbeda,” tutup Advokad yang berkantor di Wisma A Rachim Lt 2, jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *