Ahyung Bebas Berkeliaran Kendati Sandang Status Terpidana Korupsi

  • Whatsapp
IMG-20170123-WA0028
Ahyung

PANGKALPUNANG, AMUNISINEWS.COM-Masih ingat dengan terpidana korupsi owner Masa Jaya Motor Bangka Belitung ( Babel ) terhadap pembebasan tanah seluas 12.500M2 pada tahun 2009 yang terletak di desa Beluluk,kecamatan Pangkalan Baru,kabupaten Bangka Tengah ( Bateng ) Provinsi Bangka Belitung ( Babel )  tahun 2009 hingga berita ini dirilis masih juga belum dieksekusi oleh pihak Jaksa Eksekutor karena belum ada perintah dari pimpinan yakni Kajati Babel.Senin ( 23/1/2017 ).

Padahal Pengadilan Tinggi ( PT ) Babel menolak memori banding terpidana Yuswan alias Ahyung dan mengabulkan memori banding Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) tertanggal 10 Agustus 2016.

Dari waktu kewaktu pihak Kejati Babel yakni Kajati Happy Hadiastuty SH.CN mengaku bahwa terpidana Yuswan alias Ahyung masih dalam keadaan sakit namun Happy sendiri tidak menunjukan surat keterangan secara resmi kepada awak media bahwa Ahyung benar benar sakit.

Bahkan hingga pada hari Korupsi sedunia 9 Desember 2016 lalu,Kajati Babel Happy Hadiastuty berjanji akan melakukan eksekusi awal Jauari 2017.

“Kesehatan Ahyung membaik dan awal januari 2017 mudah mudahan bisa kita eksekusi,” kata Happy di hadapan sejumlah awak media baik cetak,elektronik dan media online.

Namun hingga saat ini Senin ( 23/1/2017 ) terpidana Ahyung masih belum dieksekusi oleh pihak Jaksa Eksekutor bahkan wartawan mencoba konfirmasi melalui sambungan telpon kepada Happy Hadiastuty tadi.Senin ( 23/1/2017 ) sekitar pukul 14 53 WIB  terdengar nada panggilan aktif namun tidak direspon tidak hanya itu wartawan berusaha mengirim pesan singkat.

“Ass wr wb selamat sore dan beraktifitas,maaf ibu saya  mau konfirmasi mengenai Ahyung kapan akan dieksekusi ??? trims wss Ngadianto” namun hingga berita ini dirilis belum ada balasan dari Kajati Babel Happy Hadiastuty SH.CN

Sebelumnya Yuswan alias Ahyung dijatuhi hukuman pada pengadilan Tipikor Pangkalpinang diketuai oleh ketua majelis hakim Timur Pradoko SH.MH dengan putusan 14 bulan penjara.

Namun waktu itu  majelis menilai kerugian negara hanya Rp 900 Juta maka Jaksa Penuntut dari Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Bangka Tengah ( Bateng ) tidak sependapat lalu menyatakan banding, bahkan kedua pihak yakni Jaksa dan terpidana Ahyung sendiri melakukan banding ke Pengadilan Tinggi ( PT ) Babel.

Pada 10 Agustus 2016 lalu PT Babel memutuskan dan menguatkan banding pihak Kejati Babel dengan putusan PT Babel terhadap terdakwa Yuswan alias Ahyung kurungan badan tetap dengan 14 bulan penjara dengan denda Rp 50 Juta. Bilamana Ahyung tidak membayar maka harus menjalani pidana kurungan badan selama 3 bulan,mengabulkan banding pihak Kejaksaan mewajibkan terdakwa Yuswan alias Ahyung mengganti kerugian negara sebesar Rp.2.485.255.000. Jika paling lama dalam 1 bulan sesudah putusan tidak dibayar maka harta bendanya akan disita oleh Jaksa dan disertai dengan penjara selama 1 tahun.

Yuswan alias Ahyung dinyatakan bersalah terlibat dalam kasus korupsi pembebasan tanah seluas 12.500M2 yang terletak di desa Beluluk, Pangkalan Baru,kabupaten Bangka Tengah  tahun 2009 senilai Rp 1.093.207.500 serta tukar guling lahan pramuka di desa Batu Belubang dengan lahan milik Yuswan ( atas nama istri Ahyung Hok Dryani Tety Wijaya ). Tukar Guling terjadi pada Juli 2009.

Karena bersalah Jaksa menjerat Yuswan alias Cong Nyuk Hiung alias Ahyung dengan pidana pasal 3 jo pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang – undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Padahal, upaya hukum ( Kasasi ) Ahyung ke Mahkamah Agung ( MA ) RI telah berakhir sejak Senin 5 September 2016.(tim)

Pos terkait